Percayalah

Kalau masih tak percaya bahwa selalu, dan selalu, ada pijar yang menunggu di ujung lorong, lebih baik percayalah.

Kalau masih tak percaya bahwa Allah tak pernah tidur, tidak pernah. Bahwa Ia, dengan kuasa-Nya berjaga, melindungi, dan mengabulkan, lebih baik percayalah.

Kalau masih tak percaya banyak hal datang, teramat banyak, limpahan berkah, justru ketika kita mulai melepaskan, mengikhlaskan, lebih baik percayalah.

Kalau masih tak percaya bahwa hidup adalah guru terbaik dari pelajaran bahwa kesadaran dan rasa syukur atas apa-apa yang kita hadapi sekarang, saat ini, jauh lebih berharga ketimbang terseret pada masa lalu atau dihisap kecemasan atas masa depan, lebih baik percayalah.

Kalau masih tak percaya bahwa hati memiliki mekanismenya tersendiri untuk melarung apa-apa yang telah lewat dan bersiap menyambut yang sudah tiba tanpa dibayangi ketakutan atas apapun, lebih baik percayalah.

Kalau masih tak percaya bahwa ajakan untuk memulai perjalanan -satu kali seumur hidup, serupa membeli hanya tiket untuk pergi saja tanpa risau akan tiket kembali-, bisa diucapkan jelang tengah malam, dan kamu dipeluk keyakinan dan keinginan untuk saling menjaga, lebih baik percayalah.

Kalau masih tak percaya yang terbaik itu bisa jadi jatuh dari langit, serupa gerimis saat petang, begitu tiba-tiba, kasih yang baru, kemudian menggenggam tangan, mengusap punggung, mengecup kening, menyayangi dengan kasih yang lembut, dan tertawa terusmenerus sambil berkata: “kamu itu lucu banget sih”, lebih baik percayalah … Ya, lebih baik percayalah, sebab saya telah menjumpainya :)

-untuk kamu; terima kasih-

12 thoughts on “Percayalah

  1. Aaiiihhh so swiiiitttt…
    Aku sebenernya menunggu-nunggu tulisan bahagiamu, dan selalu kepo mengamati perkembanganmu dari jauh hehe.
    Senang-senang hatiku riang gembira
    Selamaattt :*

  2. :)

    ………………………………………………………………………………..

    pokokmen kalau ke pulau kelor aku mesti diajak ya…

    ;)

  3. mbak atta…
    aku suka membacanya ceritamu. ceritamu selalu pelan-pelan, lambat lambat, sejuk Dan menyenangkan. seperti hujan kecil-kecil. aku suka. :-)

  4. Gre: ayo ke Serpong lagi. makan siang bareng kita :)

    Mayssari: terima kasih.

    Neenoy: Mbak, terima kasih banyak ya. Sudah menemani pada saat-saat sulit. Membantu menguatkan dengan doa. I love you Mbak Neenoy.

    Baduy: Uhuy. Jangan ditunggu, nanti tiba sendiri. Percayalah :)

    Suryo: Salam disampaikan. Hihihi. Edun itu grup WhatsApp kalian ya. Ampuuun bahasannya bikin ngakak terus.

    Ika: Terima kasih Ika :)

    Alaya: Aku pun. Thanks Aya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *