Dalam gundah yang sangat

Saya tak pernah membayangkan kalau saya akhirnya ada di titik ini. Ketika saya lebih sering berhenti dan melihat sekeliling, membandingkan, dan menyesali banyak hal.

Berjalan-jalan dari satu tulisan ke tulisan lain di laman ini membuat saya diliputi keheranan yang sangat. Dari mana energi itu dulu berasal. Saya begitu menikmati semuanya. Menulis dengan rutin. Berjejaring. Dan mensyukuri banyak hal.

Malam ini saya merasa seperti orang yang kalah. Dilanda gundah yang sangat. Cemas atas banyak hal yang belum nyata. Saya melihat harapan saya pupus, perlahan-lahan.

Pencapaian, eksistensi, penghargaan, waktu yang terbuang…

Kepala saya penuh.

Ada saran apa yang harus saya lakukan saat ini, ketika saya kehilangan saya …

22 thoughts on “Dalam gundah yang sangat

  1. mba atta,

    jalan ke kampus lagi yuk.. lewat jalan tembus stsi, nonton film di teater kecil stsi, nonton teater di TBS, makan di pak wal trus minum susu coklat hangat depan tbs.
    gimana? :)

  2. mbak atta….
    kangen tulisan-tulisan mbak atta. yang pelan, runut, perlahan, puitis dan sabar. disini mbak atta gak kehilangan apa-apa, to? lha wong masih banyak yang menunggu kemunculan mbak atta.

    tulisan mbak atta, selalu memberi inspirasi. miss u, mbak….

    :D

  3. saya malah salut sama mbak Atta, dari dulu konsisten ngeblog. Jujur aja, baca tulisan ini malah membangkitkan keinginan saya ngeblog lagi kayak dulu …

  4. Dear mba atta,

    Dari mba atta aku malah banyak belajar bersyukur pada hal-hal kecil dan tak penting dalam hidup.

    mba pernah bilang, bumi ini dipijak, bukan dipikul.

    tulisan mba yang sangat inspiratif sudah banyak membantun orang lain “menemukan” dirinya. kok malah ironinya terjadi pada mba..

    anggap aja ini kulminasi, fase kepompong pada kupu-kupu.

    tarik nafas dalam-dalam, minum segelas coklat hangat, nonton film kesukaan, memandang senja di ujung sungai, bersujud di malam hari. dan kamu akan menemukan bahwa hidup ini indah dan tidak sia-sia untuk dijalani.

    hope all the best for you.
    cheers

  5. subhanallah… saya kagum dengan karya pemilik negeri senja ini…
    inspiratif, imajinatif… pilihan kata2nya benar2 meneduhkan…
    salam kenal ya mbak…

  6. mbak, duluuuu aku pernah singgah di tempatmu.. meng copas full MENARUH HATI milikmu. dan sejak saat itu, aku jadikan mu salah satu kiblat ku untuk terus menulis tentang apapun.

    aku kangen tulisan mu lagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *