Utrecht; jeda terbaik

Semua berawal dari satu tulisan. Ya, dari jalinan paragraf yang saya buat menjelang tenggat. Untung saja saya masih dapat mengejarnya sebelum masa kompetisi usai.

Saya ingat betul pengalaman itu. Dimulai dari membuat janji dengan Alfian, teman jurnalis yang baik hati, lalu mengajukan pertanyaan melalui bilik percakapan di dunia maya ke Farid Nasution dan Rizki Pandu Permana, keduanya teman baik saya, mengunjungi Netherlands Education Support Office (NESO) untuk mencari tahu gambaran tentang pendidikan di Belanda, dan bertanya pada Paman Google.

Dan kejadian setelahnya membuat saya tak berhenti bersyukur. Terus bersyukur hingga saat ini, ketika saya mengetikkan tulisan ini, di kamar dengan jendela berdaun lebar, dan tempat tidur dengan alas berwarna putih yang nyaman, dan sinar matahari yang hangat, di sini, di gedung yang terletak di Kruisstraat, Utrecth, Belanda. Saya pasti tak akan menikmati Utrecht nan menawan jika saya tak memperkuat niat saya untuk ambil bagian dalam kompetisi itu.

Neso memberikan kesempatan kepada saya dan Ina untuk mengikuti Utrecht Summer School dengan topik European Cultures and Identities.

Pagi tadi, sekitar pukul 07.00 waktu setempat, ketika pesawat yang saya tumpangi mendarat dengan mulus di landasan Bandar Udara Internasional Schiphol, saya merasakan hati saya dipenuhi perasaaan bahagia. Mengingat saya akan berada di kota yang sama dengan dua teman baik saya, Rizki Pandu Permana dan Riza Nugraha mempertebal rasa senang saya.

Rizki, atau lebih beken dengan sapaan qq, tengah menempuh pendidikan S3 Human Geography, Utrecht University. Sebelumnya gelar Master di bidang Forest and Nature Conservation juga diraih penulis Novel laris “Negeri Van Oranje” ini dari Wageningen University. Dan Riza, biasa disapa Ija, bekerja di sini.

Bertemu dengan teman baik, kesempatan untuk mendapatkan pengalaman baru di kelas yang diikuti pelajar dari beragam negara, mengunjungi tempat yang memang sudah lama saya impikan; satu kombinasi yang dahsyat. Dan ya, saya bersyukur, sangat bersyukur.

Untuk saya pribadi perjalanan ini adalah jeda terbaik dari keseharian saya sebagai jurnalis. Ini saat yang tepat untuk mengisi kembali baterai dan memompa semangat, meyakini bahwa selalu ada kesempatan yang datang untuk orang-orang yang berusaha dan berusaha. Mempercayai bahwa banyak hal-hal besar datang dari mimpi (saya ingat saya pernah berkata bahwa saya ingin sekali menemui qq dan ija di Utrecht… dan Voila ;)), dan meneguhkan hati saya untuk tidak lagi takut meraih begitu banyak harap. Kita tidak pernah tahu apa yang menunggu di ujung sana, jika kita tak pernah mencoba, bukan begitu?

Jadi, hingga dua pekan ke depan, saya akan berada di Utrecht, dan mengunjungi Belgia, perjalanan yang menjadi bagian dari kelas yang saya ambil. Setelah kelas selesai, saya akan singgah di Paris, dan mengunjungi teman di Jerman. Saya sudah mencium harum pengalaman menyenangkan yang ditawarkan dari perjalanan ini. Saya akan menikmatinya, pasti :D. Menikmati hari-hari penuh kejutan, satu pengalaman yang tentu memperkaya batin saya, nutrisi jiwa yang sebenarnya …

Jeda terbaik yang berawal dari sebuah tulisan :)

11 thoughts on “Utrecht; jeda terbaik

  1. alhamdulillah sudah sampai. oh iya, hati-hati yah, Si qq mau memprovokasi kamu tuh, cukup dengarkan saja, jgn terlalu dipikirkan :). Soalnya kamu harus tetap pulang ke Jakarta, ada yg menantimu dgn sangat.

  2. to ndoro: oleh-olehnya foto aja yah. hahahahhaa

    to eka alias beibi: tunggu aku -halah- :D

    to Melly: ini dia orang yang memberi semangat. Melly terima kasih banyak atas dukungannya waktu itu yah

    to Daus: yak sama seperti ndoro, foto kaos tepatnya :p

    to Wahyu: i will my dear ;) ini kota Malang dalam bentuk yang lebih menyenangkan.

    to Durin: iya ituh. saya lupa-lupa terus nama kotamu di Jerman ituh. tolong siapkan prosesi penjemputan yah. hehehehhee. see you sista

    to Erika: aku selalu terharu kalau mendengar namamu disebut. tak henti-hentinya rasa terima kasihku kuhaturkan padamu ;) andai ndak nulis kapan bisa liat si qq? :D

    to nasriza: makasih ;)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *