Tentang Sekolah Musim Panas

blog-11
Kalau saya menyebut kata “liburan”, apa yang muncul di pikiran kalian bisa jadi adalah pasir putih dengan pohon nyiur yang melambai. Atau menjelajah Bangkok, yang tak hanya membuat kaki menjadi lelah tapi juga mengakibatkan kantong kian menipis -yang ini tentu karena banyak produk-produk lucu ditawarkan dengan harga yang miring- ;) Atau makan sate ayam enak bersama dua sahabat di Penang, Malaysia.

Untuk Hee Rim, mahasiswa Desain Tekstil dari Korea Selatan, liburan kali ini sama artinya dengan bepergian meninggalkan Benua Asia menuju Eropa dan mendarat di Utrect. Ia menjadi salah satu peserta Utrecht Summer School untuk program European Cultures and Identities yang diadakan Universitas Utrecht. Ini program yang juga tengah saya ikuti.

Ya, liburan kali ini baginya berbeda dengan liburan-liburan sebelumnya. Seorang diri, Hee Rim berangkat dari Seoul menuju Amsterdam.

“Saya ingin mencari pengalaman,” ujarnya, ramah, ketika satu sore saya berjalan dengannya di pinggir kanal tak jauh dari gedung kampus tempat kelas berlangsung.

Mengisi liburan dengan mengikuti program-program singkat yang ditawarkan universitas bukan hanya milik Hee Rim semata. Tapi juga milik Jane dari Hong Kong, Noah dari Amerika Serikat, Cheng dari Beijing, Unou dari Estonia, Sasha dari Inggris, dan ribuan mahasiswa lainnya.

Mengikuti Sekolah Musim Panas di Universitas Utrecht bahkan menjadi program wajib untuk mahasiswa Studi Eropa di Universitas Hong Kong.

“Ada sekitar 40 orang yang tahun ini ikut. Semua teman satu angkatan. Kami berangkat bersama-sama dari Hong Kong. Ini memang program rutin dari universitas kami,” ujar Jane.

blog2

Dimulai pertama kali pada 1987, hanya dengan satu program; Dutch Culture and Society, kini Utrecht Summer School menawarkan lebih dari 90 program, yang terbagi ke dalam enam program besar, yaitu budaya, bahasa, ilmu-ilmu sosial, ekonomi dan hukum, ilmu pengetahuan, dan life sciences.

Pada tahun lalu, program-program tersebut mampu menarik lebih dari 1.300 peserta yang berasal dari 80 negara di berbagai belahan dunia.

Kendati singkat, umumnya satu program berlangsung selama satu hingga enam minggu, banyak hal yang bisa didapatkan oleh peserta Utrecht Summer School. Interaksi antara peserta yang satu dengan peserta yang lain misalnya akan menambah pengetahuan dan tentu saja memperluas jejaring pertemanan.

Universitas Utrecth mengemas program ini dengan sangat baik. Informasi mengenai jadwal dan sebagainya dapat dengan mudah dilihat di situs mereka. Selain urusan akademis, sekolah musim panas ini juga dibekali dengan program sosial yang dapat diikuti mahasiswa. Beberapa program mengharuskan pesertanya untuk membayar, tapi banyak juga yang dapat diikuti tanpa harus merogoh kocek alias gratis. Biasanya program sosial ditaruh di jam-jam di mana kelas usai. Peserta dapat memilih aneka program; dari tur berjalan kaki melihat sejumlah titik menarik di Utrecht, menonton film, berolahraga, musik, hingga menyusuri kanal dengan kano. Seru bukan?

Saya sudah mencoba tur dalam kota. Agenda ini ditaruh di hari pertama kelas dimulai. Tujuannya untuk mendekatkan kota Utrecth kepada para peserta. Dengan dua pemandu -mereka ini juga mahasiswa yang tergabung dalam Erasmus Student Network-, kami berkeliling melihat Utrecht lebih dekat lagi. Titik awalnya dimulai dari Dome Tower. Di sela-sela perjalanan kami juga sempat mengunjungi kafe Olivier untuk melepas haus dan penat.

kanal

Selain tur, saya juga telah mengantungi tiket untuk jalan-jalan dengan kano. Harga tiketnya 15 euro. Perjalanan akan dilakukan pada hari Jumat. Kemarin saya lihat Hee Rim juga membeli tiket.

Jadi siapa bilang Hee Rim kehilangan liburannya. Meski jauh dari rumah, keluarga, dan sahabat, Juli di Belanda justru adalah liburan yang berbeda dan menyenangkan untuknya. Di sini, ia bersua dengan teman baru dari negara sendiri, Hee Rim bertemu dengan tiga orang dari Korea Selatan, dan dari negara lain; saya misalnya dari Indonesia. Ia juga dimanjakan oleh keelokan kota Utrecht.

“Saya suka Utrecht. Gedung-gedung tuanya bagus. Setelah kelas selesai, saya juga akan melihat kota-kota lain di Belanda,” katanya.

Kalau ingin mencari sensasi liburan yang berbeda, apa yang dilakukan Hee Rim bisa ditiru. Jauh-jauh hari menabung dan merencanakan perjalanan dengan baik; termasuk berburu tiket promo dari sejumlah maskapai dapat mengantarkan kalian sampai ke sini :)

3 thoughts on “Tentang Sekolah Musim Panas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *