Menyusuri Sungai

Kemarin gerimis turun sejak pagi hari. Semula saya berharap matahari akan menyembul dari peraduannya. Sayang yang ditunggu tak kunjung nampak bahkan hingga kami, saya, ina, Hee Rim dan Yoo -dua teman dari Korea Selatan, dan Ida -gadis pemberani dari Denmark-, berangkat dari asrama menuju Kromme Rijn dengan berjalan kaki.

Kemarin kelas diliburkan. Peserta sekolah musim panas dapat mengikuti program sosial yang tersedia pada hari itu, seperti Discovery Holland dan menyusuri sungai dengan kano. Kami memilih program sosial.

Beruntung kami bertemu dengan Ida. Ia telah mempelajari rute berjalan kaki dari asrama menuju tempat pertemuan. Dan percayalah, jika berjalan dengan ahlinya, kalian akan sampai ke lokasi yang dituju dan tepat waktu :) -untuk saya yang bukan ahli pembaca peta, keahlian Ida membuat saya kagum, ia bahkan tidak pernah membuka petanya selama perjalanan-

Sepertinya perhatian peserta lebih banyak tersedot ke program Discovery Holland, karena tak banyak peserta yang kami temui di program menyusuri sungai dengan kano ini. Acara juga nyaris dibatalkan karena hujan tak juga berhenti.

Untunglah semua akhirnya bisa bersenang-senang dan melatih otot lengan dengan mengayuh dayung ;)

Dan perjalanan menuju titik awal mendayung diisi dengan mengunjungi Fort of Rhijnauwen. Benteng yang dibangun pada abad ke 18 ini masih berdiri tegak. Peruntukkannya kini berubah, selain sebagai tujuan wisata dan sejarah, benteng ini juga menjadi tempat penyelenggaraan pertunjukan kesenian. Saat ini misalnya tengah digelar opera bertajuk “King Arthur”.

benteng2

Seorang pemandu pria paruh baya yang ramah menemani rombongan memasuki ruang-ruangan di dalam benteng. Mulai dari tempat interogasi tawanan, lubang pengintai musuh, hingga ruang istirahat para prajurit. Sebagian ruangan di dalam benteng sangat minim cahaya. Alhasil tak jarang peserta berjalan dalam gelap.

benteng

Puas memutari ruangan benteng, dengan ditemani seorang pemandu yang ramah, rombongan kemudian bergerak menuju titik awal bermain kano. Ini acara yang dinanti para peserta. Wajah-wajah pun terlihat kian bersemangat.

Satu kano diisi dua peserta. Saya berpasangan dengan seorang mahasiswa dari Inggris yang sangat mahir mendayung. Tahu bahwa mitra kanonya hari itu tak menguasai teknik mendayung, ia langsung membagi pengetahuannya.

“Jadi begini ya, pegang dayungnya begini, terus kayuh bergantian. Ini caranya kalau arah dayung lurus ke depan, kalau mau belok ke kanan, pegang dayung di sini, terus kalau ingin belok ke kiri, begini caranya. Nah, kalau mau mundur lain lagi,” ujarnya, panjang lebar.

Sebenarnya ini bukan kali pertama saya mendayung. Beberapa tahun lalu saya pernah melakukan olahraga sejenis di Lombok dan Ujung Kulon. Tapi karena bukan aktivitas yang sering dilakukan, tetap saja saya jauh dari mahir.

dayung2

Untungnya cuaca jauh lebih bersahabat. Gerimis yang sempat turun pada awal perjalanan telah mereda. Tapi sepanjang perjalanan kami tak mandi cahaya matahari. Meski Belanda telah memasuki musim panas, di beberapa tempat di dalam perjalanan menyusuri sungai, udara tetap terasa dingin.

Kami menemui banyak pemandangan yang menarik. Rumah-rumah dengan arsitektur yang manis lengkap dengan kerimbungan pohon bunga, sekawanan bebek yang berenang di tepi sungai, gerombolan sapi yang tengah merumput, seorang kakek yang sibuk melepas pakaian dan menyisakan celana pendeknya lalu terjun ke sungai … dan berenang ;), dan hijau pohon di sepanjang perjalanan.

Lebih dari itu, suasana mendayung juga dipenuhi gelak. Sesekali kano sengaja dibenturkan ke kano tetangga. Empat orang peserta juga terlihat bertukar sapa dan sibuk memberi nama kano yang mereka tumpangi. Suasana terkesan cair dan sangat akrab. Kalau sudah begini kehangatan senyuman mengalahkan udara dingin.

Membayangkan tiap-tiap orang berdatangan dari tempat asal yang berbeda-beda, menempuh perjalanan dengan beragam moda transportasi dan waktu perjalanan yang beragam, dan tiba di satu titik, kemudian tertawa bersama terasa begitu menyenangkan.

Dan percayalah, Jumat itu adalah hari yang manis untuk saya ;)

2 thoughts on “Menyusuri Sungai

  1. dear atta….
    seneng deh berkunjung ke negeri senja…
    mengikuti aliran kata-kata yang manis dan puitis…
    bener-bener serasa ada di tempat yang warnanya penuh warna pink dan ada “love” bertebaran dimana-mana…
    haha..agak lebay ya…?!
    thanks udah buat sesuatu yang bermakna…..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *