Tentang Rindu Kepada Teman

Saya tak pernah mengantuk saat hati saya sedang kesal. Ya, meski seharian beraktivitas dan lelah, saya bisa tetap terjaga.

Dan yang lebih membuat kesal, dan tentu saja karena kesal maka saya semakin tidak dapat segera terlelap, biasanya saya lalu memikirkan banyak hal.

Seperti malam ini. Karena tak kunjung tidur, akibat kesal atas satu hal, alih-alih tertidur pikiran saya malah berputar-putar dan sampai pada satu hal; saya sangat merindukan teman-teman.

Saya tak banyak memiliki teman dekat. Malam ini saya begitu merindukan kelompok kecil, teman-teman dekat, semasa kuliah. Saya ingat Anti, Hana, Lila, Indi, dan Sari. Saya mengingat mereka hingga dada saya sesak dan entah kenapa saya diliputi kesedihan. Rindu yang mendatangkan sedih; satu bentuk kerinduan yang aneh, bukan begitu?

Saya merindukan mereka.

Hana meneruskan sekolah di Bandung. Keempat nama lainnya berada di Solo.

Saya juga merindukan Wahyu. Teman kuliah, sahabat terbaik yang setia. Saya ingat ia ikut bermalam, menemani saya di ruang perawatan selepas saya menjalani operasi dua tahun lalu.

Saya merindukan mereka.

Saya tak banyak memiliki teman dekat. Kadangkala saya iri pada teman yang masih terhubung dengan teman-teman lama mereka. Melihat bagaimana waktu menempa jalinan perkawanan menjadi semakin erat.

Saya misalnya mulai kehilangan kontak dengan teman-teman dekat semasa sekolah menengah dulu. Orang yang pernah lekat perlahan-lahan menjadi sosok yang asing. Dia banyak mempertanyakan pilihan hidup yang saya ambil; sebaliknya saya kian tak mengerti landasan berpikir yang dianutnya.

Dan malam ini saya teramat sangat merindukan teman-teman lama. Orang-orang yang hidup di lain kota. Betapa teknologi kurang dapat menggantikan nikmatnya pertemuan.

Saya merindukan kelimanya, ah ya merindukan Wahyu juga tentu. Merindukan masa-masa di mana ketakutan bersembunyi di satu tempat yang jauh, ketika hidup begitu ringan, saat tak ada pertanyaan: apakah pilihan ini benar? Bagaimana jika pilihan itu yang jauh lebih benar?.

Saya merindukan masa itu dan keenamnya, malam ini.

Tampaknya ini akan menjadi satu malam yang panjang. Karena jika sedang kesal saya tak dapat segera tidur, lalu saya akan berpikir, tentang ini, tentang itu; kali ini tentang rindu kepada teman-teman lama.

17 thoughts on “Tentang Rindu Kepada Teman

  1. malam yang panjang.
    dan kita sama2 mengisinya dengan berpikir.
    kau tentang rindu.
    aku tentang entah.
    tapi aku bersyukur.
    setidaknya kita masih bisa mengisinya dengan berpikir.
    tidak dengan rasa sakit.
    tidak dengan rasa takut.
    tidak dengan rasa kehilangan.

  2. kadang saya berpikir, ta..
    mungkinkah.. itu semua karena kita yang semakin sibuk dan ‘pernah’ melupakan mereka?
    tapi buat kamu gak mungkin yah? secara kamu gitu loh.. :)

    anyway.. thanks for being you..

  3. Gue juga kerap rindu pada masa lalu Ta. Tapi lebih ke suasana, bukan cuma pertemanan.

    Juga soal keputusan-keputusan dalam hidup. meski gw sama sekali nggak menyesali keputusan yang gw jalani sekarang.

  4. Saya juga rindu tulisan2 mb Atta. Just call them n say that u miss them,mbk. Mrk pasti jg rindu.tp menunggu siapa yang memulai.biar g ktmu,kan lmyan kalo udh denger suaranya,mbk.:-)

  5. bener Ta, teknologi emang cuma bisa nolong, tapi ga bisa menggantikan. Spt aku ini, jauh dari kalian2 yg di Jkt, meski tiap hari YM, fesbuk, ttp aja msh ngempet kangen, beda dgn ketemu langsung.

  6. pasti mereka juga rindu sama atta :) coba di-sms atau ditelpon ta. mungkin rasa rindu itu bukan tanpa alasan. siapa tau mereka di sana jg lagi membutuhkan teman baik mereka yg ada di jkt :)

  7. Saya juga ta, rindu pada kawan2 dekat saya, apalagi sekarang makin terpisah jauh. Sesekali berjumpa memang nikmat, cuma setelah itu jadi sedih lagi karena jarak kembali merentang .. Andai ada pintu kemana saja dari doraemon ya? … :)

  8. Atta, saya tahu meski kita sempat jarang kontak, selalu menyempatkan untuk menyambung rasa.. trims banget kemaren sempet chit-chat saat cuti mudik.. boleh nanti ditelepon yah? – kalau ada panggilan masuk di ponselmu dengan nomer yang nggak dikenal. mungkin saja telepon itu dari negeri si bau kelek ini..

    Kita akan selalu menjabat erat silaturahim ini.. itu saya janji… dan saya harus bilang bahwa saya rindu ngobrol sama Atta :D

  9. saat masa itu datang, saya akan coba hubungi mereka, jika memang tak ada contact, saya akan mendatangi tempat2 yang bisa mengurangi rasa itu, tempat2 yang pernah kita kinjungi di waktu lalu. Mungkin saya sedikit lebih beruntung karena hampir seluruh waktu saya habis di satu kota yang sama, SD, SMP, SMA, kuliah, kerja… sehingga saya masih bisa melepaskan rindu pada kenangan. meski mereka mungkin telah tersebar di berbagai daerah, bahkan menyeberang lautan…

  10. seorang teman bernama rindu, saya merindukannya.

    keriangan2 di masa kecil, saya merindukannya.

    orang2 telah pulang ke rumah tuhannya, saya merindukan mereka.

    bukankah kerinduan itu yang membuat seseorang menjadi berharga bagi kita…. entahlah.

  11. bulik atta, mau sekolah ke holland ya?semangat ya :-) kita semua juga kangen sama bulik, maaf ya baru ketemu satu kali pas ke bandung..lain kali kita ketemuan ya, eh sekarang thariq sudah bisa bilang ‘thomas..tut..tuut’

  12. KERINDUAN PERJUMPAAN
    ada yg senantiasa terlewat
    sebuah senyum belum juga aku berikan

    kenangan masa kecil
    kebahagiaan bersuka cita dalam kebebasan tanpa kemunafikan

    sebelum kita dibelenggu oleh ambisi
    sebelum kita begitu mudah beradu argumentasi
    sebelum kita hanyut mengejar materi

    ada yg senantiasa terlewat
    penyesalan belum selalu membahagiakan teman sejawat

    yg darinya, aku peroleh pengajaran dan pengalaman hidup
    yg olehnya, aku bisa menapak jenjang kedewasaan
    yg karenanya, aku bisa memperluas pertemanan sejati

    ada yg senantiasa terlewat
    sekuntum bunga belum juga aku berikan kepada teman masalalu

    karena waktu kita terpisah tak sempat berkabar
    karena cita-cita yg tak selalu sama kita sibuk mengejarnya
    karena impian yg minta diwujudkan kita jadi saling melupakan

    ada yg senantiasa tak terlewatkan
    serangkaian doa dan harapan kebaikan
    untuk kita akan berjumpa dan bersama lagi
    sebuah kerinduan dari kawan tercinta yg minta dituntaskan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *