Songsong 2009

Saya bukan tergolong ke dalam kelompok orang yang mempersiapkan pergantian tahun dari jauh -jauh hari. Jelang akhir tahun nanti, saya, seperti biasanya, tak memiliki rencana khusus.

Bre Redana menulis kolom apik mengenai pergantian tahun berjudul “KD” pada Kompas hari ini.

Saya tertarik pada bagian ini: menurut palaeontolog Stephen Jay Gould, dimensi pergantian waktu menjadi berarti karena orang memberikan signifikansi psikologis padanya. Tanpa diberi signifikansi psikologis, suatu angka dalam kategorisasi waktu tak ada apa-apanya.

Saya menyengajakan diri memberikan signifikansi psikologis pada tiap-tiap pergantian tahun.

Ujung tahun biasanya menjadi satu titik yang dengan mudahnya menarik saya untuk mengingat kembali apa yang telah saya jalani.

Menengok kembali perjalanan yang telah lewat membuat saya mensyukuri banyak hal. Meski sejujurnya tak ada yang bisa dikatakan luar biasa :)

Tahun ini saya akhirnya bisa melihat Negeri Paman Sam pada November lalu. Sebuah kunjungan yang sangat sangat singkat tapi menjadi hari terbaik dalam hidup saya. Di sana saya juga sempat bertemu Tomi, teman baik yang tak pernah kehabisan energi positif, jurnalis cerdas yang tengah bermukim di Washington DC.

Saya juga tak terlalu banyak berhubungan dengan rumah sakit. Bandingkan dengan tahun lalu saat saya harus menjalani dua kali rawat inap pascaoperasi plus satu kali operasi gigi. Saya bersyukur sekali atas nikmat sehat ini pada 2008 :)

Suasana liputan juga tetap menyenangkan. Insiden kecil sempat terjadi dan membuat saya kalut. Untunglah semua berakhir dengan baik. Saya kian mencintai teman-teman liputan. Bersama mereka kerja meliput di tengah turbulensi akibat krisis keuangan global menjadi jauh lebih ringan.

Ada banyak yang tidak berjalan sesuai rencana di tahun ini. Saya terlampau malas untuk memperbaiki kemampuan berbahasa Inggris (satu yang sangat saya sesali saat ini). Saya, lagi-lagi, tak memanfaatkan waktu dengan baik. Sejumlah rencana lain juga tidak terwujud.

Tahun ini juga diwarnai dengan kelahiran. Kabar membahagiakan. Sahabat saya belum lama ini melahirkan putri kedua. Sahabat saya yang lain juga. Selain kedatangan, tahun ini sejumlah orang yang saya kenal pergi menghadap-NYA.

Malam ini saya tak lagi menaruh resolusi dengan daftar yang panjang untuk 2009. Saya hanya ingin 2009 berjalan dengan baik.

Semoga Tuhan tetap memberikan saya dan keluarga kesehatan. Semoga saya bisa lebih bersabar menghadapi banyak hal. Semoga saya tetap mensyukuri apa-apa yang ada pada saya, memiliki lebih banyak waktu luang untuk keluarga, teman, dan kekasih, membaca lebih banyak buku, tetap melakukan perjalanan, serta menjalani beragam hal-hal kecil nan sederhana yang menyenangkan. Semoga 2009 membawa banyak kebahagiaan untuk semua :)