Tentang Bedah

Ah, akhirnya bisa juga kembali ke sini. Menulis hal-hal remeh dan tak penting.

Oke.

Sekarang apa yang ingin ditulis?

Ini saja
atau itu saja
lebih baik ini
atau itu?

Terlalu lama meninggalkan halaman putih ini ternyata punya efek buruk. Saya bingung menentukan angle *blah*

Baiklah saya akan menulis tentang bedah. Iya bedah, operasi, atau carilah kata lain yang mampu mewakilinya.

Ini kali ketiga (ya, kali ketiga, tiga kali operasi *sigh*) dalam tahun ini saya harus berhubungan dengan dokter bedah. Dua kasus sebelumnya berkenaan dengan organ dalam, pencernaan tepatnya. Untung tidak terjadi sesuatu apa. Luka bekas operasi kedua masih tampak dan sedikit bermasalah saat saya memaksakan diri untuk snorkeling di Pulau Oar.

Iya, saya sempat ke Pulau Oar. Pulau kecil ini letaknya di dekat Pulau Umang. Cerita tentang Pulau Oar ini disimpan saja dulu (Lihat saya mulai bingung menentukan arah cerita)

Jadi, Sabtu pekan lalu saya kembali menghadapi pisau bedah. Kali ini giliran mulut. Saya pikir rahang saya sudah cukup besar untuk menampung semua gigi-gigi. Tapi ternyata, o .. o, tidak ada tempat untuk gigi-gigi bungsu. Alhasil geraham-geraham yang letaknya di sudut itu harus dibedah. Dari empat geraham, dokter gigi memutuskan untuk mengambil satu geraham atas dan satu geraham bawah bagian kanan dulu.

Sakit?

Jangan ditanya.

Saat operasi berlangsung, dokter bedah sempat pundung, setengah mengancam ia berkata: “Mbak, kalau mbak tak juga tenang, saya hentikan di sini loh,” ujarnya.

Duh. Saya berusaha keras mengatur kembali nafas saya. Tenang tenang, ucap saya dalam hati, bayangkan yang indah-indah.

Dokter gigi -yang biasa saya kunjungi- dan membantu dokter bedah saat operasi ikut menenangkan: “Begini aja deh, biar kita tahu, kalau terasa sakit kamu angkat tangan kiri kamu ya.”

Dan kalian tahu, sejak dokter gigi menyelesaikan kalimat tadi hingga operasi hampir selesai, tangan kiri saya terus terangkat. Hahaha

Sekarang pipi kanan saya masih bengkak. Nyeri. Dua minggu lagi jahitan di sudut mulut bagian kanan ini baru bisa dilepas. Mudah-mudahan segera pulih.

Jadi, lebih baik sekarang saya beristirahat. Mandi. Mengganti pakaian bersih. Mematikan lampu kamar. Dan terlelap.

Jaga kesehatan dan selamat berakhir pekan ;)

informasi mengenai gigi bungsu bisa disimak di Wikipedia

33 thoughts on “Tentang Bedah

  1. waddduh

    waktu gw ronsen geraham pas mo nyabut gigi jaman dulu, tampak ada yang tumbuhnya rada2 salah arah.

    waktu itu diprediksi harus dioperasi di masa depan. njrit, baca ini jadi bertanya2. masa depan itu sudah tiba, kah?

  2. hm…. mudah-mudahan ini operasi terakhir ya ta… so, jaga kesehatan. jangan sampe tubuhmu kayak mainan bongkar pasang miliknya ponakanku lho..

  3. ta, kangen loh baca tulisanmu. sampe mikir apa rss aku yang kacau :D

    waktu itu, aku operasi untuk sekali 4 gigi barengan dengan operasi sumbing massal dan masih harus nyetir sendiri pulang ke rumah. gak lagi lagi deh.

  4. Atta,

    Cepat sembuh, ya … aku sedih kalau kamu sakit, ikut menderita karena tidak bisa membaca tulisan-tulisanmu–dan membayangkan kamu yang terbaring tak berdaya hehehe, tak dapat menulis …

    Kalau Atta sudah sembuh kita makan-makan yang enak, ya, Taaa …

    Mwah, mwah … *hugzzzz*

  5. Walau selalu berurusan dengan gigi tapi saya sendiri ga berani untuk nyabut molar belakang saya mbak! Takut, salut buat mbak, dan cepet sembuh ya? Trus kapan lagi 2 diambil? ;)

  6. cepet sembuh ya ta. soalnya kalo belon sembuh, trus mo snorkeling khan berabe…bisa copot melulu snorkelnya…hehehe

    oktober mo snorkeling bareng ga ;)

  7. Neng,

    Geraham kanan saya juga udah diangkat, sakitanyseminggu pun nggak hilang, sementara yang kiri belum – udah keburu takut duluan..

    Postinganmu mengingatkan bahwa saya juga harus kencan dengan dokter gigi dan peralatannya saat cuti mudik nanti..

    Ah jangan cutiyang ini deh..yangberikutnya aja.. mosok pulang kampung sakit dnagakbisa mamam jajanan pasar itu.

    Meski dah lama blom sempet mampir, bukan berarti lupa dengan si neng geulis yg satu ini. :p

  8. tenang tta… gw jg dah pernah melalui pembedahan model itu :D gw gitu lho.. yg waktu smp ajah masih suka kabur dr ruang praktek dokter gigi !! artinya, bentar lg juga elu dah balik ke kondisi semula, Insya Allah… pembedahan gigi gak bakal mengubah kepribadian kok, tta… *apa sih !!* hihihihihi…

  9. Dokternya galak ya… Kalau di tempat lain, pasien merasa sakit, harusnya dokternya yg dimarahi dan bisa dituntut heheh…Anestesi-nya tak mempan waktu pembedahan?

  10. wah emang mbak, gigi2 bungsu itu sangat menyakitkan … aku baru cabut satu gigi dua bulan yang lalu, giliran yang satunya lagi nih. tapi kalo inget2 sama proses bedahnya itu kok sakit giginya jadi ga berasa lagi… :-) tapi bagaimanapun juga harus di angkat nih, kayaknya saya belum siap lagi… sigh..

    semoga cepet sembuh yah mbak!

  11. remind me of my gigi bungsu yg tdk menghadap ke posisi seharusnya :D
    terakhir kt dentist, terakhir mean 3 th lalu! masih ditunggu perkembangan,
    nah sepertinya dr perkembangannya akan menuju bedah juga, krn itu aku blm berani ke dentist, tunggu kalau benar2 menggangu hehehe

  12. Gigi bungsu saya kayaknya ngga ada, deh :-D

    Abis udah setua ini blom pernah tuh ngerasain gigi numbuh di mulut bagian belakang alias di belakangnya gigi geraham.

    Ngebayangin sakitnya, kayaknya nggapapa deh ngga numbuh. Abisnya takuut…

  13. gigiku geraham bawah juga abis diangkat satu. dah rusak kata bu dokter.

    untung cuman 1, kalo 2 gitu wah sangat menyebalkan. sakitnya itu lhoooo.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *