Jalan Pulang Menuju Tenang

Sabtu malam. Pelataran Monas. Menunggu air mancur menari. Duduk-duduk di bangku berjenjang. Hangat lampu taman. Tubuh Monas nan jangkung mandi cahaya. Merah, berganti hijau, lalu biru, dan ungu. Cantik

Sabtu malam. Pelataran Monas. Menunggu air mancur berjoget. Duduk di bangku berjenjang. Di sana-sini terdengar gelak. Ramai. Sekelompok ibu-ibu duduk berjejer dengan anak-anak mereka. Membuka bekal makan malam. Makan dengan lahap. Berbagi lauk. Bahagianya. Ayo habiskan sebelum air mancur mulai menari, ujar ibu pada anak perempuannya.

Sabtu malam. Pelataran Monas. Kami, saya dan laki-laki harum hutan, menunggu air mancur menari (saya sukasukasuka sekali air mancur menari-ajaib …) Duduk di ruang terbuka seperti ini menyegarkan jiwa. Bisa melihat ini dan itu. Melihat ibu pedagang minum yang berlari-lari kecil, sembunyikan botol-botol minum dari pengamatan penjaga. Bisa melihat ini dan itu, sambil tunggu air mancur meliuk ke sana ke mari. Bisa menangkap binar. Bisa memandang senyum. Bisa melihat Jakarta dengan cara yang lain, berbeda.

Sabtu malam. Pelataran Monas. Kami, saya dan laki-laki harum hutan, menunggu air mancur berjoget. Berbincang ini dan itu. Duduk di bangku berjenjang. Senang sekali mendapatkan mitra strategis yang juga gemar dudukduduk menunggu air mancur berjoget. Lebih senang lagi ketika di tengah pembicaraan kami, ia bertutur; satu kalimat yang manis …

“buatku bersama kamu ya nyaman aja, semua pas, enggak usah diubah-ubah lagi.”

Dan penat pun luruh
Dan bahagia pun berkumpul di hati
Dan menenangkan
Dan sepertinya makin siap menghadapi esok -hahaha-

Satu kalimat itu
saya tahu sejak dulu sesuatu itu makin saya yakini
dia, si harum hutan teman setia menunggu air mancur berjoget yang baik
dia …
jalan pulang menuju tenang

34 thoughts on “Jalan Pulang Menuju Tenang

  1. sampai sekarang, aku selalu kangen ke monas di sabtu malam. tempat favorit pacaran dulu mbak..
    liat monas warna warni, menikmati air mancur menari.bisa bercakap sampai pagi tanpa lelah. terus ketika pulang naik motor, bisa menikmati lampion di pinggir jalan depan balaikota. jalan sepi. nikmat setengah mati…

    :)

  2. emang air mancur joget dimonas masih ada ya ta? wah jadi inget waktu masih sd nonton air mancur joget…hehehe

    apa kabar ta? salam ya buat silelaki harum hutan ya…ups! hutan apa nih? belantara? mangrove?…hehehe

  3. huhuuuuuuuuuuuy……;;) ;;)

    nyaman ? yaa bisa jadi
    menenangkan? kalau yg ini salah besar tuh, gimana bisa tenang kalau atta bawel gitu…

    Pisss aaah….:))

  4. dulu sm temen deket pernah mau main kesana.. dulu rencananya jg seperti itu, tp sayang ga jadi..
    skrgpun masih pingin, tp sdh tak mungkin.

    good mbak, nikmati yang sekarang ada ya.
    salam kenal mbak..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *