Tahun Kerja Keras

Tahun ini pasti akan sangat istimewa. Saya tahu itu. Sebab apa? Tahun ini sudah memberikan saya satu kejutan, yang cukup membuat saya terkejut-kejut.

Kejutan itu datang selepas tengah hari. Di hari keempat 2007. Ia -ya, kejutan itu-, tiba di hadapan saya tanpa terbungkus kotak dengan pita di sana-sini. Ia datang dalam bentuk lembaran kertas.

Ingin tahu isinya?

Bayangkan
Sebuah kertas putih. Tersimpan di dalam sebuah map plastik transparan. Ada tabel di sana. Tujuh baris. Dua kolom. Kolom pertama berisi nama. Kolom kedua berisi huruf yang membentuk kata “Yes” dan “No”.

Hanya itu?

Ya, hanya itu

Di mana letak kejutannya?

Ya, di situ itu

Saat saya menyusuri nama saya dengan jari dan membentuk garis lurus ke kolom di sampingnya, loh, loh, loh, tepat di samping nama saya, tercetak kata “No”.

Alamak

Saya tak naik kelas

Hiks

Ya, lembar kertas itu adalah pengumuman tentang kenaikan kelas. Yes berarti boleh melanjutkan ke kelas yang lebih tinggi dan No artinya tinggal kelas.

Sebelum datang ke tempat di mana kertas itu ditunjukkan, semangat saya masih penuh, sangat penuh, benarbenar penuh. Ah, rasanya dada saya penuh, gembira, menyongsong sebuah pengalaman baru, di awal tahun.

Tapi

Ha-ha-ha

Saya tak naik kelas

Ouch

Ini sebuah kelas yang saya ikuti, sebuah perwujudan resolusi tahun lalu. Kelas yang rumit, karena begitu mengikutinya, saya baru tahu kalau bahasa yang satu itu ternyata benar-benar ajaib

jangan gunakan too saat kalian sudah puas dengan kenyataan yang ada
ingat, will tidak boleh digunakan untuk kejadian yang terjadi di depan mata, saat itu juga, gunakan to be going to
see, hear, taste, smell tidak bisa menjadi verb-ing, pelajari kata-kata lain yang juga tidak bisa digunakan
dan masih banyak lagi

Grammar Enhancement, begitu kelas ini dinamakan. Kelas ini memberi saya pengetahuan baru tentang aneka peraturan yang sering -sering pangkat 10 mungkin lebih tepat, untuk menggambarkan betapa saya tak memberi perhatian teramat banyak- saya abaikan

Beberapa bulan sebelum Januari ini saya sempatkan untuk mempelajarinya lebih tekun. Saya jarang membolos. Pulang dari kantor selepas maghrib, tergesa-gesa menuju tempat di mana kelas diselenggarakan, dan tiba di rumah dalam keadaan lelah.

Dan pengorbanan saya (hohoho, pengorbanan :D) terbayar dengan satu hasil; saya tak naik kelas.

Nasib … nasib

Saya perlu beberapa menit untuk meratapi kenyataan pahit ini ;). Setelah mencuci wajah dengan air, minum air putih, dan menarik nafas panjang, saya bertekad untuk menemukan kembali semangat saya.

Bulan ini tak ada grammar dulu untuk sementara. Saya menggantinya dengan kelas lain di akhir pekan. Pagi-pagi bangun tidur di hari Sabtu, jelas bukan saya banget. Saya tambahkan kalimat tadi dengan; pagi-pagi bangun tidur di hari Sabtu lalu mengikuti kelas selama sekitar empat jam, jelas bukan saya banget. Tapi ini harus saya lakukan. (Mengingat betapa saya kerap membuang waktu dan tak pernah serius mempelajari bahasa -yang katanya menjadi syarat dalam pergaulan internasional ini- kadang membuat saya tak berhenti mengutuki diri sendiri)

Saya tak akan mundur. Tidak barang selangkah pun. Itu juga berlaku untuk kelas Grammar Enhancement tadi.

Dengarkan itu kelas grammar, tunggu saya beberapa bulan lagi. Saya akan datang dan … tak ada lagi cerita tak naik kelas. Ha-ha-ha

Kejutan awal tahun membuat saya yakin tahun penuh kerja keras ini pasti akan sangat istimewa ;)

Selamat tahun baru semua

26 thoughts on “Tahun Kerja Keras

  1. That’s the spirit ;) Dalam sebuah kelas writing, my 1st assignment was to write for a 9-years-old kid about my research. Kamu tahu apa komentar anak dosen saya yang memeriksa essay-ku ? “I don’t know what you are talking about” :D Huehehe, mampus deh gw.

  2. Hai Atta. Grammar itu memang makhluk unik, yang tidak selesai-selesai dipelajari selama nyawa dikandung badan. Tau nggak sich, kalau dalam perumpamaan, “I” digandeng dengan “were” dan bukan dengan “was”. Hiks.
    Maju terus, Ta. Baca novel-novel bahasa Inggris. Liat film tanpa sub title. Selingkuh dengan bule (maap, maap, ini nasihat sesat). Reborn jadi orang Inggris.
    Seninya hidup ini adalah pada prosesnya, bukan pada hasilnya.
    Moga-moga ketika Atta lulus dari ujian itu, aku juga sudah lulus dari tesis yang sudah kugeluti lebih dari 2 tahun.
    Jungkir balik bareng …..

  3. hahahaha selamat taaa….bukan selamat ndak naek kelas, selamat taon baru non..hahahaha…ahhh kamu mengemeskan banget *pengen tak cubit pipinya* hahahah….ayooo maju terus ……pasti bisa….sering2 ke singapore…ntar malah ndak naek kelas….singlishhhh hahahha…..hohoyyyy atta…i miss you nonnnn

  4. tta, membaca delapan kalimat pertama membuat saya menyangka : atta baru saja ikut reality show “katakan cinta”. :)

    maaf sudah salah menduga.

    tapi saya sepakat. tahun ini tahun kerja keras, sama seperti tahun-tahun sebelumnya.

  5. mba atta misterius banget…
    ato saya yg ga pernah eksis di kancah per-blog-an…? (halah!)
    but anyway….
    aku suka banget tulisan mba atta…
    mengalir….
    pengen belajar dong mba…
    bagi-bagi ilmunya dong…itu ibadah lho mba…hukumnya wajib…(hihihi…maksa…)

  6. Hi Atta,

    As life might be filled with many “No”s, it is wise to translate them into a more positive gestures and mindset -as you already did..

    Surely within this period of trials and re-launches, you’d suceed.

    I know that you can do it.

  7. ta, dimana kursusnya? saya mau ikutan nih. kemaren saya ikutan Institutional TOEFL, and … you have a very best companion ta, grammarku jeblok! hihi untung listening dan readingnya cihui, jadi totalnya masih kebantu. perlu direfresh nih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *