Temukan Telaga

Akhirnya ia datang . Seorang wanita yang hatinya baik dan suka berbaik hati. Ia pintar dan juga senang berbicara. Ia banyak belajar dari Universitas Kehidupan. Dosennya adalah Bapak Pengalaman dan Ibu Persahabatan. Ia menawan. Banyak memberikan hikmah. Aku bahagia… (Laki-laki harum hutan, akhir Oktober)

Kalimat di atas saya temukan di halaman yang ditulisnya, mitra strategis, si harum hutan yang baik dan jenaka. Barisan kata itu dijalinnya untuk saya. Bahagianya :)

Pertama kali saya jatuh cinta padanya, saya tak tahu ia pandai menulis. Saya tak pernah tahu kalau ia sesekali menuangkan pikirannya dalam tulisan. Kunjungan pertama ke rumah kata yang dibangunnya sempat membuat saya terkejut bercampur senang. Sejak dulu, sesuatu di dalam diri saya berkata saya akan menganyam kisah bersama laki-laki yang menulis.

Membaca jalinan kata di atas membuat saya bahagia. Bahagia yang menetap dan tak kunjung tanggal, dari hari di mana saya jumpai tulisan itu sampai saat ini.

Rasanya
Seperti

Bersampan di pagi hari, saat matahari masih hangat. Dan saya membiarkan kulit saya tertimpa sinarnya. Saya kayuh dayung, susuri telaga. Pandangi gumpalan awan di langit. Dengarkan kecipak air saat dayung sentuh permukaan telaga.

Saya terus susuri telaga.

Begitu sampai di seberang. Saya turun dari sampan. Bertelanjang kaki. Dengan langkah kecil lalui setapak, jalan dengan rerumputan yang tersibak. Ciumi wewangian bunga liar.

Saya tinggalkan sampan
tanpa rasa khawatir
tenang
sebab telah saya temukan
telaga
yang akan menjaga
selalu
:)

-tulisan ini terinspirasi oleh puisi Akulah Si Telaga karya Sapardi Djoko Damono-

45 thoughts on “Temukan Telaga

  1. waduh-waduh……………….
    Rasanya saya jadi ikutan jatuh cinta lagi nihhhh………..
    seperti melambung saat gayung bersambut……….
    Di jaga ya…………. ATTA
    Send my best regard to HIM

  2. Membacanya saya tentram, lalu membayangkan saya adalah juga bisa jadi telaga. Tentu, untuk orang lain, bukan pemilik blog ini.

    Aneh bukan kalau ia memiliki dua telaga?

  3. ah indahnya cinta yang kautemukan, ta. syukurlah! :)

    cinta yg baru saja saya rasakan dpt diumpakan layaknya a bit of broken glass.
    the sun may shine upon a bit of that broken glass till it glitters like a diamond, but then it you take it up, you will only cut your fingers.

    now it is all over. i could really screamed…
    Good God! :)

  4. …Sayah menemukan Banyak aroma Romansa, akhir2 ini di Blogs ini… duuuuuuh senangnya.. ssssssssssttt btw samar dibalik kabut sayah melihat ada perahu yang berlabuh di telaga lain ta..(“,)

  5. bergumam seorang perempuan :
    seandainya aku sebuah telaga,
    maukah kau merenanginya?

    menjawab lirih si lelaki :
    betapa aku ingin,
    tapi bagaimana mungkin?
    lihat!
    jemariku, erat
    terikat.

    dan mereka tidak pernah bersama. selamanya.

  6. Bersampan di pagi hari, saat matahari masih hangat. Dan saya membiarkan kulit saya tertimpa sinarnya. Saya kayuh dayung, susuri telaga. Pandangi gumpalan awan di langit. Dengarkan kecipak air saat dayung sentuh permukaan telaga.

    mbak atta, apa sampannya nggak takut terguling enaknya kalau di telaga nggak bisa hanyut coba kalau di sungai akan terbawa arus.
    Kalau si apri yg hanyut nggak saya tolongin…biar saja dia renang sendiri…:D ;)

  7. Di telaga sunyi, dengan keharuman bunga liar, akan semakin menambah keteduhan hati, jikalau embun menetes di dedaunan. Duh, sang kala, kapankah beningnya hati datang ke pelukan ….

  8. WAHHHHHHHHHH yang kemaren itu ya taaaaaaaa… WAHHHHHHHHHHHHHH…. sayang kita gag ngobrol banyak yaa.. huhuhuhuhu.. attaaa ketemuan lagi yukk…. tau gag sih kamuh kalo kita mau jalan2 ke cibodas lagihh… hehehhehehehehehhe mau ikut gaaagggg.. ajak lah mas mu tuh.. ;)

  9. Telaga berkata kepada sampan:
    “akankah kau tinggalkan dunia untuk masuk ke airku?”

    Sampan sedikit berpikir dan menjawab:
    “mmm…tidak..tapi aku akan mengarungimu dengan kayuhanku”

    Telaga merenung, dan berucap lirih:
    “kalau begitu kamu bukan punyaku, sampan lain boleh terkayuh di airku, tapi yang menjadi kepunyaanku akan berdiam di dalam airku”

    Telaga bersedih dan mengantar sampan mencari laut

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *