Pesta Itu Datang Lagi

Desember datang. Desember yang cantik dan bersolek. Udara tak lagi panas. Hujan sesekali datang. Ujung tahun selalu membawa bahagia.

Dan pesta itu datang lagi. Di Desember yang cantik dan bersolek, keriangan di ujung tahun ini layak disambut dengan suka cita. Perhelatan itu seperti perjumpaan dengan kawan lama yang datang di senja yang jingga. Ia datang membawa keranjang penuh nutrisi jiwa, dengan senyum yang merekah, membuka pintu pagar rumah. Selamat datang, senang sekali bisa berjumpa dengan mu lagi, saya menyongsongnya di depan pintu -dekat kerimbunan suplir-suplir- dan memberinya pelukan serta kecupan di pipi kanan dan kirinya.

Pekerjaan rumah pertama adalah membuat jadwal. Hanya berbekal situs, pekerjaan rumah ini tidak saya selesaikan dengan baik. Untunglah, sekarang saya sudah memegang buku panduan dan jadwal pemutaran (saya suka desain buku panduan tahun ini. ceria. lolipop rol film menghiasi halaman sampulnya)

Tahun ini, saya tak lagi bersusah payah menyusun jadwal sendiri. Ada mitra strategis -yang rupawan kala dipandang- yang menemani. Tapi referensi dan minat yang berbeda membuat kami menemukan persimpangan di awal penyusunan jadwal.

Saya sangatinginsekali menonton Babel. Ia menggeleng. Nanti nonton di DVD aja, begitu katanya. Tapi ini Brad Pitt, saya berkilah. Ciptaan Tuhan yang satu itu lebih asyik dipandang di layar lebar, bukan begitu? ;) Dan berpisahlah kami. Saya tetap akan menonton Babel -iya honey, saya tetap akan memasukkan Babel dalam daftar, Brad Pitt gitu loh-. Kemungkinan akan ada beberapa film lain lagi yang tidak kami saksikan bersama. Nggak papa ya, beda itu rahmat, ujarnya seraya tersenyum.

Ada enam tempat pemutaran film, EX studio XXI, Djakarta Theater XXI, Instituto Italiano di Cultura, Erasmus Huis, Goethe Haus, dan KineForum Taman Ismail Marzuki 21. Tahun ini saya akan merindukan suasana menonton di Graha Bakti Budaya, Taman Ismail Marzuki (TIM).

Pemilihan lokasi pemutaran -khususnya di EX Studio XXI dan Djakarta Theater XXI- akan menimbulkan sedikit kendala untuk penonton dengan kendaraan pribadi. Mencari lokasi parkir seperti mencari tumpukan jarum di jerami. Sulit. (Kami sudah membuktikannya pada Jumat malam kemarin ;)) Jadi, sebaiknya jangan datang terlalu mepet jika tak ingin ketinggalan pertunjukan. Atau, seperti saran saya pada mitra strategis yang saya cintai: mending mobil tinggal aja di mana gitu, ke Djakarta Theater naik TransJakarta saja.

Saya sendiri -mudah-mudahan tak menemui kesulitan-. Lokasi pemutaran sangat mudah dijangkau dengan beragam moda transportasi dari kantor.

Ini saatnya berpesta. Ada lebih dari 200 film dari 35 negara di dalam keranjang yang dibawa kawan lama di senja yang jingga itu. Empat film dokumenter tentang Aceh dan Timor Timur yang dilarang diputar di tahun ini semoga tak mengurangi kenikmatan perhelatan kali ini (Aduh, katanya reformasi, tapi sensor masih juga dijadikan alat).

Letakkan dulu semua beban, buang semua galau, usir semua gundah, singkirkan jauh-jauh resahmu, jangan bersedih, usah berduka. Di tengah situasi Jakarta yang mudah memancing geram -lalu lintas yang padat, transportasi yang kacau, pejalan kaki yang disingkirkan, pengendara motor yang “ajaib”, supir metromini dan kopaja yang ugal-ugalan, dan ini dan itu-, pesta tahunan ini memberi kesejukan ibarat oasis.

Selamat berpesta. Ayo, ini saatnya bersenang-senang. Yippie. Sampai berjumpa di Jakarta International Film Festival ya.

-terima kasih untuk Yayasan Masyarakat Mandiri Film Indonesia untuk semua dedikasi dan kerja keras-

27 thoughts on “Pesta Itu Datang Lagi

  1. Mbakeee…aku melu mbakee….
    elu nonton, aku dijak yaaa…tenan lhooo….
    dadi obat nyamuk yo ra popo….
    pokoke ngko nek nonton aku eluuu yaaa…
    babel,,,ok jg…aku yo seneng brad pitt koq, tapi lebih seneng ma angelina jolie…heeeee
    pokoke dijak yaaaa….
    tenan loooo….mbakeee aku eluuu……

  2. Udah nggak dapet Babel, Marie Antoinette dan nggak dapet Blackbook huhuhuuuuuuu …
    Jadi harus beli DVD nya deh
    Anyway, dapet juga 5 film menarik lainnya, dan mau kejar2an liat Free Screeningsnya juga ..

    Who knows we’ll run into each other …

  3. huuuuuaaaaaAAAA

    gw dah ga bisa lagi ntn tiap hari…
    nangkring sambil nyermati jadwal yg mo ditonton

    paling mungkin gw ntn yg sabtu-minggu
    itu jg klo pulang k jkt…

    btw, dmn bisa dapet jadwalnya…?
    emang agak susah klo ngandelin internet buat baca jadwal dan sinopsis secara komprehensip
    [doelha…]

  4. Penghujung tahun… memang musimnya pesta… dari pesta krismes sampe ke tahun baru :)

    Saya kangen sekali untuk bisa dateng di pesta-pesta yang ada di kampung halaman.. biar bisa ngobrol dalam bahasa sendiri.. rahang dan lidah ini rasanya linu dan cangkeul (Baca: pegel) sekali untuk terus ber-remeh-temeh dalam bahasa “nginggris” terus..

    Atta, kemana aja nih? Lama gak denger updatenya lagi…?

  5. hai mbak.. pa kabar?
    masih inget aku ga?
    btw, baru aja abis baca posting ini, eh resepsionis ku ternyata lagi pilih2 film juga di jivest… hmm sepertinya aku jadi tertarik hihihi…
    btw, aku lagi mencoba ber-blogging ria lagi nih mbak… =)
    tekker mbak….

  6. benernya pengen sih liat pagelaran segede jiffest (bener ga tuh aku nulis?), cuman denger2 tiket masuknya mahal bener…..
    btw… dari taun dulu masih pakek blogspot sampe sekarang kok masih tetep aja rajin posting… Dua jempol buat atta… :D

  7. Asyik kali ya… Jiffest
    Di sini juga hanya bisa nonton di Arena atau ada juga kalau di teater kecil STSI sesekali diputar film lama………
    Tontonin saya ya Ta………

  8. whuaaaaaa……

    cuman sempet nonton ‘the tiger n the snow’……
    itu aja udah kereeeennn bgttttt…..

    ngatur jadwal selanjutnya keteterannn…..hiks…

    met kenal……very nice blog…..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *