Tentang Sebuah Buku

Selasa siang, 4 Juli yang lalu, seseorang memberikan saya hadiah. Sebuah buku. Hadiah ulang tahun. Hadiah ulang tahun yang tertunda tepatnya :)

Akhir April lalu saya masuki usia 27. Seseorang merencakan untuk memberikan saya sebuah buku. Meski awalnya ia mengatakan tak memiliki rencana untuk menghadiahkan saya sesuatu. Tapi belakangan saya tahu, ia merencanakan sesuatu. Ia, seseorang yang baik hati itu, diam-diam mencari sebuah buku. Untuk saya. Sebuah buku untuk hadiah ulang tahun saya. Sebuah buku yang terakhir dicetak pada Oktober 2004.

Buku ini membuatnya pergi ke toko buku yang ini, ke toko buku yang itu, ke pasar buku di luar kota, ke pameran buku. Dan nihil. Ia tak kunjung bertemu dengan buku ini. Tapi, ia berjanji, satu hari, ia pasti membawakan buku itu, hadiah ulang tahun untuk saya.

Janjinya ia tepati. Selasa siang itu, di sebuah pesta buku ia temukan buku itu. Kami datang berdua ke pesta buku. Minat yang berbeda membuat kami berpencar. Saya berlama-lama di stan penuh buku sastra. Ia membelok ke stan yang lainnya.

Saya tengah melihat-lihat buku di sebuah stan, ketika ia tiba-tiba saja berada di belakang saya. Mengejutkan. Ia sodorkan buku itu, masih dalam plastik putih, tak dibungkus dengan kertas berwarna-warni, lazimnya hadiah ulang tahun. “Seperti janji gue,” ia tersenyum, sebelum menghilang kembali, berbaur dalam kerumunan. Cara memberi hadiah yang aneh :D

Esok malamnya saya pulang lebih awal dari kantor. Berlama-lama memperhatikan sampul buku -Jalaluddin Rakhmat, Meraih Kebahagiaan- hadiah ulang tahun yang tertunda itu. Dan mulai membacanya. Satu halaman, dua halaman, berpuluh-puluh halaman, satu bab, dua bab.

-kamu pikir saya nggak bahagia- saya bertanya pada si pemberi buku, saat kami duduk-duduk berdua seusai berputar-putar di pesta buku, sambil menunggu waktu three in one usai, agar dapat melenggang di Jalan Sudirman tanpa ditilang.
+ bukan, bukan begitu. tapi buku ini buku bagus, jawabnya cepat.

Saya memang tak pernah bercerita padanya. Selepas ulang tahun, saya malah mudah sedih. Merasa hidup saya datar-datar saja. Berpikir hidup tak bergerak seperti yang saya rencanakan. Sindrom usia 27, begitu kata seorang teman.

Dan buku ini seperti telunjuk seorang teman yang sedang mengingatkan. Buku ini, memanggil berbagai kenangan, untuk memikirkan kembali hal-hal kecil. membuat saya kembali berhitung tentang betapa luasnya nikmat yang Tuhan beri dalam hidup. Bahagia itu adalah pilihan. Kang Jalal -begitu sapaan akrab untuk Jalaluddin Rakhmat- menjabarkan dengan baik tentang bahagia dari beragam segi; agama, filsafat, juga psikologi.

Buku ini membuat saya tersenyum, beberapa bagian dibuat Kang Jalal dengan sentuhan humor yang cerdas. Saya juga merasakan haru saat sampai pada beberapa bagian, pada kisah Bopsy -anak penderita Leukimia yang bercita-cita menjadi pemadam kebakaran- juga ketika Kang Jalal menceritakan betapa ia bahagia ketika ia merayakan ulang tahun, dikelilingi keluarga, dan suara parau Delshadi, cucunya bernyanyi : Happy birthday, Aki Jalaal!. Buku ini mengajarkan saya satu kebiasaan baru : emosi positif untuk energi positif :)

Seusai membaca, saya kirimkan pesan pendek untuk teman baik saya itu. -sekali lagi terima kasih. bukunya bagus. dan kamu tahu, mengenalmu di tahun ini adalah momen yang membahagiakan-.

13 thoughts on “Tentang Sebuah Buku

  1. hehe, sweet. kalau hidup kamu yang penuh jalan-jalan itu datar, hidup saya apa dong ;)? yuk semangat yuk, supaya hidup kita makin penuh warna-warni :) *warm hugs from pittsburgh*

  2. usia 25 ada sindromnya, usia 27 ada sindromnya, usia 30 jg ada, jadi kesimpulannya apa? hehe… katanya semakin lama kita hidup kita jadi semakin lupa untuk hidup (inget: the more we see, the less we open our eyes). mudah2an kita nggak pernah lupa untuk selalu menghitung kebahagiaan2 kecil di keseharian kita yah…

    lagi2 postingan atta bikin sejuk di hati… :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tentang Sebuah Buku

Selasa siang, 4 Juli yang lalu, seseorang memberikan saya hadiah. Sebuah buku. Hadiah ulang tahun. Hadiah ulang tahun yang tertunda tepatnya :)

Akhir April lalu saya masuki usia 27. Seseorang merencakan untuk memberikan saya sebuah buku. Meski awalnya ia mengatakan tak memiliki rencana untuk menghadiahkan saya sesuatu. Tapi belakangan saya tahu, ia merencanakan sesuatu. Ia, seseorang yang baik hati itu, diam-diam mencari sebuah buku. Untuk saya. Sebuah buku untuk hadiah ulang tahun saya. Sebuah buku yang terakhir dicetak pada Oktober 2004.

Buku ini membuatnya pergi ke toko buku yang ini, ke toko buku yang itu, ke pasar buku di luar kota, ke pameran buku. Dan nihil. Ia tak kunjung bertemu dengan buku ini. Tapi, ia berjanji, satu hari, ia pasti membawakan buku itu, hadiah ulang tahun untuk saya.

Janjinya ia tepati. Selasa siang itu, di sebuah pesta buku ia temukan buku itu. Kami datang berdua ke pesta buku. Minat yang berbeda membuat kami berpencar. Saya berlama-lama di stan penuh buku sastra. Ia membelok ke stan yang lainnya.

Saya tengah melihat-lihat buku di sebuah stan, ketika ia tiba-tiba saya berada di belakang saya. Mengejutkan. Ia sodorkan buku itu, masih dalam plastik putih, tak dibungkus dengan kertas berwarna-warni, lazimnya hadiah ulang tahun. “Seperti janji gue,” ia tersenyum, sebelum menghilang kembali, berbaur dalam kerumunan. Cara memberi hadiah yang aneh :D

Esok malamnya saya pulang lebih awal dari kantor. Berlama-lama memperhatikan sampul buku -Jalaluddin Rakhmat, Meraih Kebahagiaan- hadiah ulang tahun yang tertunda itu. Dan mulai membacanya. Satu halaman, dua halaman, berpuluh-puluh halaman, satu bab, dua bab.

-kamu pikir saya nggak bahagia- saya bertanya pada si pemberi buku, saat kami duduk-duduk berdua seusai berputar-putar di pesta buku, sambil menunggu waktu three in one usai, agar dapat melenggang di Jalan Sudirman tanpa ditilang.
+ bukan, bukan begitu. tapi buku ini buku bagus, jawabnya cepat.

Saya memang tak pernah bercerita padanya. Selepas ulang tahun, saya malah mudah sedih. Merasa hidup saya datar-datar saja. Berpikir hidup tak bergerak seperti yang saya rencanakan. Sindrome usia 27, begitu kata seorang teman.

Dan buku ini seperti telunjuk seorang teman yang sedang mengingatkan. Buku ini, memanggil berbagai kenangan, untuk memikirkan kembali hal-hal kecil. membuat saya kembali berhitung tentang betapa luasnya nikmat yang Tuhan beri dalam hidup. Bahagia itu adalah pilihan. Kang Jalal -begitu sapaan akrab untuk Jalaluddin Rakhmat- menjabarkan dengan baik tentang bahagia dari beragam segi; agama, filsafat, juga psikologi.

Buku ini membuat saya tersenyum, beberapa bagian dibuat Kang Jalal dengan sentuhan humor yang cerdas. Saya juga merasakan haru saat sampai pada beberapa bagian, pada kisah Bopsy -anak penderita Leukimia yang bercita-cita menjadi pemadam kebakaran- juga ketika Kang Jalal menceritakan betapa ia bahagia ketika ia merayakan ulang tahun, dikelilingi keluarga, dan suara parau Delshadi, cucunya bernyanyi : Happy birthday, Aki Jalaal!. Buku ini mengajarkan saya satu kebiasaan baru : emosi positif untuk energi positif :)

Seusai membaca, saya kirimkan pesan pendek untuk teman baik saya itu. -sekali lagi terima kasih. bukunya bagus. dan kamu tahu, mengenalmu di tahun ini adalah momen yang membahagiakan-.

4 thoughts on “Tentang Sebuah Buku

  1. Neng,

    Semogha dengan bertambahnya umur bisa lebih bijak dan bersahaja dalam menghadapi tantangan kedepan. Sok atuhkasihtau mau dihadiahin apa dari sini.. :)

    hugs and kisses from west africa ..

  2. kadang, kita merasa datar dengan apa yang dijalani. padahal, hidup gak ada yang datar, kalo kita telisik satu persatu apa yang pernah kita lakukan. ya, seperti yang kamu lakukan itu ‘ta.

    mungkin manusia merasa datar, karena keegoisan manusia ya? mungkin kita akan merasa tidak datar, kalo mendapatkan hal-hal yang besar. padahal yang kecil2 ternyata lebih bermakna. sementara yang besar bisa jadi hanya numpang lewat.

    btw, selamat ultah, ‘ta !! meski kayaknya telat yak? hehehehehehe…..
    have a nice day …….
    sori gak ngasih kado. kan udah mo dikasih kang luigi atuh…….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *