44 thoughts on “Tentang Taman Kota, Kenangan, dan Pelajaran Memaafkan

  1. —–> Dulu, Ma’e – ibu saya, berkata, bahwa hidup itu sebenarnya adalah sekolah. Meski tidak duduk dalam kelas-kelas bersekat, hidup memberikan pelajaran-pelajaran dengan caranya sendiri. Lewat beragam cara. Dan saya tahu, kali ini, hidup mengantarkan saya pada satu pelajaran. Hidup mengajarkan saya tentang memaafkan… —->

    Duh …. setuju buanget :0

  2. Eh … aku juga selalu kalau ngunjuni negeri-senja pasti teringat sesuatu …. walau nggan terlalu nyambung-nyambung amat … Satu buku yang paling berkesan buatku itu judulnya “Sepotong Senja untuk Pacarku”nya Seno … (Bukan Negeri Senja …hehehe …. tapi aku percaya … pasti Seno ada maksud memparalelkan dua ceritanya itu … ) Pertama, buku itu dikasih oleh orang special .. kedua ceritanya bagiku lebih dasyat (nuaaaaaakal imajinya) dari Negeri Senja … :) mending kamu ganti aja nama blog kamu jadi “Sepotong Senja dari Pacarku” .. :)

  3. you go girl! keep shining with your nobel personality… memberi maaf itu mudah, cuma saja tidak semua orang bisa melakukannya.. :) you are truly one of a kind!

  4. kenangan : ada yang diingat sepanjang masa dan ada yang ditutup rapat-rapat, biar aus sendiri – – — > sepakat :)

    memaafkan, karena Allah SWT yang maha segalanya saja mau memaafkan kita

  5. menelusuri kembali liku-liku jalan lalu, kita akan berjumpa hal-hal tak terduga dalam hati kita. lalu senyum, tawa dan sedikit seringai mengembang, mengingat “kekerdilan” yang pernah dilakukan. lalu dengan perlahan rasa syukur trubus dari pot mungil bernama hati. waktu membawa kita menjauh dari masa silam, namun masa silam tetap menjadi peta lengkap dg legenda. salam buat ma’e tta, jd inget ma’ku juga….

  6. hallooo ta…jadi kesini gag? email ku semoga diterima dengan baek..kamu pasti lagi sibukk yah…postingannya panjang..saya bacanya ntar yahh….abis kelarin report dulu yah.

    hugs

  7. …Mengingat masa kecil, kita akan rindu tempat di mana dulu kita pernah bermain, mungkin ada pematang sawah, sungai yang jernih, surau kecil, pohon sawo, pohon jambu atau mangga, dan jalan setapak yang teramat sering kita lewati. Dan atta ingat dengan taman kota…

  8. kita tak pernah bisa minta lahir dari orangtua macam apa. karena pasti ada rahasia yang belum terurai kenapa kita lahir dari mereka. karenanya kita kadang suka memprotes..kenapa oh kenapa

  9. ..ikutan komen ah…
    memang sih, yang namanya hal yang masuk di pikiran kita itu kalau ada kenangan di dalamnya, manis atau pahit itu yang bikin kita menjadi seperti sekarang ini…masa lalu tidak akan bisa hilang, yang ada malah…masa lalau bikin kita jadi lebih kuat, buat ngadepin masa depan

  10. wah, seperti biasa, posting yang ok.
    setuju dengan ibunya atta. hidup memang mengajarkan banyak hal. sayangnya kita seringkali lupa untuk terus belajar dan mencoba mengerti hingga kadang berakhir terluka dan balas melukai. dan belajar memaafkan adalah satu hal yang luar biasa. salut untuk atta.

  11. —-> Setiap orang hidup dengan membawa kenangan mereka masing-masing. Nuke, saya, Ma’e-ibu saya, kalian, semua. Ada yang tersimpan rapi di sudut hati, dijaga baik-baik, dan terbuka kembali saat kita melewati satu kejadian yang bisa memancing ingatan tentang kenangan itu. Ada juga yang ditutup rapat-rapat. Lebih baik membiarkannya aus dimakan waktu.

    layak untuk disimpen nih tulisannya atta :)
    yuk, hunting foto di rumah mertua :D

  12. atta, tulisannya bagus banget. jadi inget. dulu pernah marah dan benci pada temen cewek yang kuanggap ‘merebut’ pacarku. 4 tahun menyebut namanyapun ogah. sampe suatu hari entah kenapa tiba-tiba gue memutuskan untuk memaafkan dia. duh sejak hari itu langkah terasa ringan. ternyata memaafkan itu memang membebaskan!

  13. ….
    sempet tercekat
    ….
    kamu hebat, jeng, bisa mencapai fase memaafkan seperti itu. pasti berat sekali. dan lebih hebat lagi, kamu bersedia sharing hal tsb di sini.

    kapan mampir ke kantor berkursi pink? >:D

  14. sekolah saya adalah kehidupan keseharian, yang mengajarkan banyak hal, karena bisa membaca, mendengar, melihat, berkaca dan melakukan…… :D

    memaafkan adalah salah satu pelajaran yang diberikan di sekolah kehidupan. berbahagialah, orang yang “jembar atine”, mudah memaafkan. ini pelajaran mahal…… dan akan sangat menyenangkan, ketika menerapkannya…..:D

    have a nice day, ta!
    solo masih lumayan ramah lho, dibandingkan jakarta…hehehehe

  15. hidup memang pelajaran yang tidak ada batasnya, terkadang lebih indah dan terkadang lebih buruk dari taman-taman yang pernah dikunjungi, seperti hutan lebat yang gelap dan penuh tantangan, seperti taman bacaan yang membuat waktu terasa penuh terisi dan berharga, dan saya setuju kalau hidup akan terasa lebih ringan jika kita ringan memberi maaf dan menerima maaf ;)
    saya dulu sering berhenti di halte di taman yang sama dan jejeran lukisan pemandangan alam gunung-sawah-pohon rasanya masih ada di sana-di sisi berseberangan dengan halte antara jam 7 pagi sampai 5 sore :)

  16. maaf, seperti halnya ungkapan magic yang lain, punya sejuta makna kalo dibagi secara tulus; kerendahan hati, kebesaran jiwa untuk menentang ego pribadi. berbahagialah bagi mereka yang bisa memberikan itu, termasuk kamu tta :) dan saya disini, masih terus belajar dan belajar untuk selalu lebih baik.

  17. huwaaah, mba atta … reena selalu menikmati setiap kata yang mba atta pilih dan jalin di setiap cerita … :) …
    di solo, reena juga -finaly- memaklumi keadaan dan menyadari kesalahan. hhmmm, serupa tapi tak sama gitu judulnya …
    salam sayang untuk ma’e mba atta yah … she must be tough as u …
    muuuuuah! love u both …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *