saya mendekap senja…

saya pergi ke timur, menantang matahari, berburu senja dalam genggaman asa…

setelah rintik gemulai menyapa, langit berubah menjadi ramah, torehan semburat jingga di barat menuai pendar keemasan di hati. saya begitu mencintai senja… sekarang, esok, keesokannya lagi.

burung besi dengan kepak sayapnya berbaik hati mengantarkan saya ke satu tempat, ladang senja yang siap dipanen.

Melawai, namanya mengingatkan saya pada sebuah kawasan di selatan jakarta. di Melawai saya berhenti, mengagumi kecantikan kota, menengadah ke langit dan menemukan gugusan mega bersenandung… anyaman lirik terbaik menyambangi indera dengar. ombak kecil berlarian, memandangi saya dan berkata…”kami menunggumu”

senja. ombak. teluk. gugusan mega. biru. jingga. kerlip lampu kapal di kejauhan. angin yang membelai dan mengecup dengan santunnya. kehangatan pulau tukung yang siap direngkuh.

seraya mendekap senja, pikiran saya dipenuhi pertanyaan; apa yang tidak dimiliki kota ini? …

One thought on “saya mendekap senja…

  1. tta……

    kuereeennnnn….sun99uh..!!
    lo tuch nda pernah kehabisan kata untuK di ran9kai yakkkg.????

    mantabbbbbbbbb..ttaaa..
    makin kagum gw ma “atta”….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *