Pensiun Menulis? Ah Yang Benar … :)

Ma’e, ibu saya, pernah bilang, saya ini mudah sekali mutung, ngambek. Berbeda dengan ibu saya yang bisa menghadapi masalah dengan tenang, saya -putri bungsunya- cenderung grasa-grusu dan, ya itu tadi, mutung.

Jadi ketika sesuatu terjadi pada halaman ini, saya lagi-lagi mutung, ngambek. Dan ujung-ujungnya merasa tak punya semangat lagi untuk menulis. Apalagi waktu saya tahu kemungkinan tulisan-tulisan lama tidak dapat diselamatkan. Duh, makin lemas. Mood saya hilang. (Dan saya menjadi super duper sensitif tiap kali datang pertanyaan; “ada back up nya nggak?”. Back up menjadi kata kunci yang membuat tanduk di kepala saya muncul. Hihihi)

Melihat saya yang mutung, seorang teman lalu berkata seperti ini:
“Elo tuh kaya’ anak SD yang kehilangan sepeda aja, tiba-tiba nggak mau sekolah, nggak mau ngaji, nggak mau ….”.

Aduh, iya ih. (Hai kamu, iya kamu yang kemarin mengeluarkan kata-kata seperti itu, ayo tunjuk tangan).

Untunglah, si mutung ini ditemani oleh orang-orang yang lulus kursus menghadapi pengidap mutung. “Postingan kamu kan ada di hati, yang itu nggak mungkin bisa di-hack” (hayayayaya. gombal :p).

Hari ini halaman ini kembali pulih (lala, makasih banyak ya). Belum sehat benar, masih perlu perbaikan di sana-sini. Beberapa tulisan sepanjang Mei hingga awal November tahun ini tidak lagi bisa ditampilkan. Tak mengapa, mulai sekarang, saya janji akan mulai menyimpan tulisan dengan baik dan benar.

Masih banyak yang ingin saya tulis; 70 tahun Rendra, Ariel Peterpan (aduh, ayah satu putri ini ternyata tampan sekali ya), rencana perjalanan, imajinasi yang kadang-kadang datang, rindu, harap, asa, mimpi …

Ya, masih banyak yang ingin saya tulis.

Duh saya jadi malu kalau ingat saat-saat mutung. Bersedih hati dan menyelipkan tekad hendak pensiun menulis.

Yakin, mau pensiun menulis? Ah yang benar? ;)

Iya, iya, saya belum mau pensiun dari menulis, dari aktivitas menyenangkan yang satu ini.

Lebih dari itu, saya tak mau terlihat seperti perumpamaan yang digambarkan teman saya; anak SD yang kehilangan sepedanya, lalu tak ingin bersekolah, enggan berangkat ke masjid untuk mengaji, dan cemberut. Hahahaha.

(tulisan ini untuk semua yang kemarin menemani, membantu melarung sedih, dan membagi bahagia mereka, untuk saya. terima kasih ya, terima kasih)

kabar terbaru : semua tulisan sejak Mei hingga November sudah berhasil diselamatkan juga. Mau tahu caranya tak? Mau ya? Mau kan? Di Bloglines tulisan-tulisan beberapa bulan lalu ditampilkan sekilas saja. Tapi informasi tentang judul juga kapan tulisan itu ditulis masih ada. Nah, judul-judul itu satu persatu disodorkan kepada Paman Google yang jenaka, setelah Paman menampilkan hasil pencarian, klik cache pada halaman tempat di mana tulisan itu berada, dan … abrakadabra. Hari ini semua tulisan berhasil dikumpulkan kembali. Sinergi antara Bloglines dan Paman Google membuahkan hasil yang amat sangat menggembirakan. Aduh, kurang dramatis rasanya. Kalau tahu ujungnya begini, makin malu kalau ingat episode mutung kasarung minggu lalu :p Dan, kalau tahu ujungnya begini, saya kok kurang yakin ya kalau setelah ini saya akan rajin memback-up. Hahahahahaha. (enggak deh, seperti yang saya tulis di atas, mulai sekarang, saya janji akan mulai menyimpan tulisan dengan baik dan benar; mem-back up tulisan dan menaruhnya lebih rapi)

Sebentar.

Back up, back up, back up, back up, back up, back up.

Semenit, dua menit, tiga menit; hmm … sepertinya tanduk di kepala ini sudah enggan menampakkan diri.

Tiba-tiba saya ingin makan es kacang merah; ada yang mau ikut? ;)

48 thoughts on “Pensiun Menulis? Ah Yang Benar … :)

  1. Jangan pensiun nulis ya Atta …
    Why ? Because I know that you’ll be able to write more beautiful things about Timor even when you haven’t visited the place, than my writings :-)

  2. hey hey!
    iya jangan pensiun dong ratna,kasian penggemar2 lama sperti aku ini yg slalu kangen ingin menikmati tulisan2 kamu,jadi inget blog-ku yg dah dipensiunin sama blogger.com :))
    –sisusahtidur–

  3. ….iya ta.. jangan berhenti,.. kalau berhenti kasihan penggemar baru seperti sayah ini..” btw tengkyu emailnya yah.. ta.. ayo atta tetap semangat… terutama tulisan soal rendra ulang tahun..:)

  4. Hai, Negeri Senja. Salam kenal :)
    Saya termasuk yang suka berkunjung ke blog ini. Jangan, jangan berhenti menulis. Saya dan teman saya-Ira adalah salah dua-nya yang suka membaca tulisan Atta. Terus menulis yaaa! :D

  5. makanya ada yg bilang.. pengalaman itu pelajaran terbaik. klo tdk pernah terjadi, ga bakalan terpikirkan nyimpen yg baik. hehe..
    met lahir kembali.
    makanya.. terbitkan saja tulisanmuuu.. jadi bukan hanya atta saja yg menyimpan, aku pun demikian. hayooo..

  6. Welcome back mbak Atta!

    Mengutip kata2 Keith di One Tree Hill: You have a gift. And it’s a crime not showing it to the world.

    Betapa indahnya dunia….dalam tulisan tanganmu…*tsah…

    But seriusly..this is one of my faves blogs ^^v

  7. pemilik blog ini memili’i banyak tangan yang siap merengkuh tatkala ia limbung

    pemilik blog ini memili’i banyak bibir yang siap menyunggingken senyum ketika ia murung

    pemilik blog ini beruntung
    (dan ia tengah bersyukur sambil menilik ulang saldo keuntungannya)

  8. Jangan bikin aku pusing dengan ketidak hadiaran tulisanmu lagi dong ta…., masih banyak senja-senja indah menanti untuk dilukis dalam kata oleh lekuk jemari seorang atta, so….pensiun??? katakan, Nggak deh!!!!

  9. hollee.. muncul lagi..!! hampir aja… soale aku ada rencana mo mutung kasarung kalo hari ini blog-mu gak bisa dibuka :) btw welkambek tta.. tulisanmu biso melekke mripatku pas enyonge ngantuk heheh

  10. Wah..Atta jangan brenti dong..kalopun gab isa di-back up yang kemarin-kemarin, kan masih banyak tulisan baru yang bisa dibuat. *wink-wink*

    Tapi untung aja masih bisa dikumpulin lagi ya.. :)

  11. atta, saya tau kamu gag akan berhenti menulis. saya juga sempat ikut panic waktu gag bisa access webmu. tadinya saya pikir apa lagi mau diubah machinenya gituch? rupanya ada “kecelakaan” yah. syukurlah sekarang up lagi. ngomong2 soal back up, tempat saya juga gag ada backup. tapi saya pikir tulisan saya hanyalah babblings semata, gag ada yang penting *mungkin* sekadar tempat mencurahkan macem2 hal.

    okay deh ditunggu cerita berikutnya nih :)

  12. it’s aliveeee…..!!!! it’s aliveeeee……..!!!!! Near death experience obvioulsy will teach you to value your life….. (kagak nyambung ya hahahahaha….)

  13. ;)

    blog itu bukan sepetak rumput
    yang meski tanpa siraman bisa lebat meliar

    blog itu bukan kaktus
    yang hanya kita perlu siram setahun sekali

    blog itu lebih mirip lantai
    mesti kita sapu tiap hari


    tapi,
    saya juga lelah dan sedang malas menyapu

    :))
    atau barangkali kita sudah terlalu tua?

  14. Hai … atta, aku baru sekali ini buka “negeri senja”, aku salah satu orang yang begitu cinta ‘senja’ coz bagiku ditemaram cahayanya yang cantik dan terlihat sendu menyimpan begitu banyak cerita yang sepertinya gak terbagi …
    So aku appreciate banget ama “Negeri Senja”
    Terus berkarya ya …

  15. pensiun menulis buat seorang Atta ? Hmmmm …
    Apakah langit akan terang tanpa selaksa cahaya sang bintang ?.

    But, setuju sama pendapat temen mu, tulisan itu ada di hati.
    :)

  16. aku kaget pas baca postingannya siwoer yang bilang dikau mo resign. waktu itu negeri senja emang nggak bisa diakses trus keluarga cemara juga…ah aku pikir pasti servernya lagi pingsan…hehehe

    pokokeee dikau tidak boleh resign…ntar ndak diajak pak sadarun ke anambas lho…hihihi

  17. atta emang blog nya knapaa????
    waduh sabar ya mba, jangan manyun2 dong tuh kan udah dibuatin leyot baru lagi ama okke.
    smangat lagi nulis nya kan???
    soalnya gw paling suka baca crita2 romantis buatan atta (ngobrol bareng cupid my fave ^_^)

  18. sempet bingung knp gak bisa lagi aku bertamu di rumah kak atta, trus gak sengaja nguping di rumah kak siwoer, akhirnya aku tau sebabnya..
    miss u kak, somehow…

  19. sering dgr nama atta, tp g tw yg mana?
    insighters jg?
    atta dalam 25-nya tremendeous..
    dalam 22-aku, mengidolai tulisan ATTA,
    keep on writing!!

  20. Bosan ngomentari, sekarang tulisan saya yang mesti dikasih komentar :
    ” Menulis ternyata mendapatkan fungsinya bagi orang-orang yang ….. Oke yang jelas menulis sangat mengasyikkan, dapat menjadi efek penyembuh bagi jiwa-jiwa yang tengah sakit. Dapat menjadi teman dikala kosong, sepi dan……, Well, bagi yang belum bisa menikmati tulisan atau yang belum bisa tenang ketika menulis, you mesti “sakit” dulu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *