kejutan menyenangkan di oktober yang basah

ceritakan padaku tentang perjalanan;
dan dia, laki-laki yang jatuh hati pada langit sore itu menjadi begitu bersemangat. merangkai kata bercerita tentang tempat-tempat yang sudah diinjaknya. ceritanya tentang Alor, bagian timur Pulau Flores, begitu memikat. geladaknya itu ada di teluk, wah… pas kapal mendekat, airnya jernih banget, hijau gitu. bakar ikan di pinggir pantai, nggak perlu pakai bumbu, pas ikannya setengah matang, celupin ke air laut, terus bakar lagi. ha?, selaku. hasilnya enak kok, gurih, ujarmu cepat.

ceritakan padaku tentang gunung dan hutan;
dan dia, laki-laki yang mencandu perjalanan itu akan bertutur dengan nada bicara yang riang. kamu mesti liat Ranukumbolo. tempat itu lebih dari cantik. Tuhan menjaga kecantikannya. Semeru itu tempat reuni anak-anak pecinta alam di kampus ku. ramai. hangat. akrab. dari angkatan yang tua sampai angkatan muda. atau Segara Anak, di Rinjani. itu juga ajaib. bagus banget. gunung? ke Lawu aja belum pernah, kaya’nya kalo gunung mending nyerah aja deh. jalannya santai aja, kalau capek ya berhenti, istirahat.

ceritakan padaku tentang mimpi masa depan;
dan dia, laki-laki yang dua kali lebih manis saat tersenyum itu (dua atau tiga kali lebih manis ya?) akan melambatkan bicaranya. memantapkan artikulasi dan berujar.. aku pengen pensiun dini. kerja kerasnya sekarang aja pas muda. abis pensiun kalau bisa udah nggak tinggal di kota lagi, pindah ke desa, berhawa sejuk, dengan rumah berhalaman luas. o ya? tanyaku, memastikan. ya, jawabmu, tersenyum. oh satu lagi. apa? land rover untuk mengajak keluargaku bepergian. sesekali kami bergerak dari satu kota ke kota lain. wah … menyenangkan, kataku.

ceritakan padaku tentang kamu;
apa? aku? mmm…. hening. dia, kejutan menyenangkan yang datang bersamaan dengan Oktober yang basah itu, memilih kata. aku? aku suka langit sore. kadang-kadang sengaja membawa secangkir kopi dan melihat langit sore dari gedung tinggi. bagaimana caranya?. kamu harus mencari gedung dengan menara di atasnya, biasanya penjagaannya tidak terlalu ketat. duduk. sendiri.
eh mengapa hujan tak kunjung turun ya? dari tadi mendung ini tak bergerak menjadi hujan. kamu, kamu mencintai hujan? garis lengkung di bibirnya muncul lagi. dengan tersenyum ia berkata; kadang-kadang aku sengaja berjalan perlahan, dalam gerimis, selepas jam kerja.

sayang kamu jauh, kalau dekat sudah kutemani, berjalan-jalan di bawah langit sore.
kemari lah. aku tunggu besok ya. atau kalau kamu datang sore ini aku ajak kamu mengunjungi kebun teh. nuansa hijau dengan latar gunung. malamnya kita nikmati bintang dan lampu-lampu kota.
aku tergelak. kita akan bertemu tapi tidak besok. banyak yang mesti diselesaikan sebelum hari raya. kita akan bertemu sebelum akhir tahun, ujarku, menabalkan janji
benar ya?
bawa aku ke sukamade. melihat penangkaran penyu. pantai plengkung. naik truk bersama penduduk sukamade sambil melihat pemandangan di kanan dan kiri jalan
kalau bisa libur seminggu kita bisa ke bande alit. melihat gua jepang dan kuncup bunga raflesia hitam.
sayang kamu jauh. kalau dekat sudah ku peluk sedari tadi
dan kau tersenyum
tapi untung kamu jauh, jadi aku bisa merinduimu setiap hari. setiap kali langit sore datang. akhir tahun nanti, tabungan rinduku pasti sudah terisi penuh … pasti.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *