Mei; Bulan Cuti dan Laut

Masih ingat dengan slogan yang paling saya sukai “traveling tanpa cuti? cuma di sini tempatnya?”. Rahasianya terletak pada kemahiran saya mengganti-ganti hari masuk. Itu sangat dimungkinkan mengingat dalam ritme kerja saya, antara hari libur dan hari masuk di tempat saya berkarya tidak merujuk pada deretan angka di kalender. Jadi, tanpa perlu cuti saya tetap bisa melakukan perjalanan pendek, biasanya berkisar antara 2-4 hari saja.
Bulan demi bulan berlalu, dan jatah cuti saya tetap utuh. Hingga pertengahan April lalu redaktur mengingatkan saya akan jatah cuti yang belum berkurang sama sekali. Ada lebih dari 10 hari yang harus saya habiskan sebelum 01 Juni. Tentu jatah ini tak bisa dihabiskan sekaligus.
Dua hari dari tahap pertama jatah cuti, yang jatuh pada awal Mei, saya pakai untuk berdiam di rumah saja. Menonton film, tidur, menikmati halaman demi halaman kisah pendakian Everest bersama Jon Krakauer, minum susu coklat, makan apel, mengamati kamboja merah dalam pot yang ditanam Ma’e, menyusuri jalan aspal depan rumah -yang juga jalan pintas menuju kantor pusat partai berlambang pohon beringin-, bernyanyi….
why, why do i love the music,why does it made it dancin’,once it turns once it plays and my feet start to sway… (Jamaica’s Away-Souljah)
Setelahnya adalah waktu untuk hadiah ulang tahun saya ke 26 Perjalanan ke Karimun Jawa kedengarannya hadiah yang tepat bukan? Dengan kapal motor dari pelabuhan Kartini-Jepara, Karimun Jawa menjadi perjalanan yang menawarkan beragam pesona. Laut biru, langit biru, pasir putih, snorkeling, snorkeling, snorkeling lagi, tertusuk duri babi… aduh, ternyata perih, kerang-kerang cantik, es kelapa muda segar, teman-teman perjalanan yang menyenangkan, susur pantai, dari Karimun Jawa ke Menjangan kecil ke Tanjung Gelam, cumi goreng tepung, malam berhias bintang, karang-karang, ikan-ikan berlarian, hey… jangan lupakan tiga hiu dan ikan buntal, pari serta penyu yang ada di kolam wisma Joko Apung, tempat menginap di tengah laut
Kalau dua belas bulan yang berbaris membentuk satu tahun itu datang dengan tema, saya tahu, untuk saya, Mei, bulan ke lima di tahun 2005 ini datang dengan mengusung tema “cuti dan laut”.
Tahap ke dua cuti saya akan saya ambil minggu depan. Sebenarnya prosedur pengambilan cuti dalam waktu berdekatan agak sedikit sulit. Tapi, karena satu dan lain hal, akhirnya cuti tahap kedua ini bisa lolos.
Lalu, kira-kira apa ya yang akan saya lakukan di cuti tahap kedua ini?
Kalau saya sebutkan, laut, biru, senja, penerbangan pagi, barong dan keris performance, sukawati, jimbaran bay, ubud, lalu tiga gili, laut, pantai, snorkeling, snorkeling dan snorkeling lagi, menjenguk hutan mangrove dan canoeing, ah… kalian pasti dapat menebak tujuan cuti tahap kedua saya kali ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *