Musim Jatuh Cinta

heart
Musim jatuh cinta ditandai dengan rona merah jambu nan kental, binar mata, merekahnya senyum, hening waktu, desir halus, deraian tawa, kelingking yang saling menggamit, berbagi, mencuri harumnya, bersisian, kecupan tengah hari, tabungan rindu, sulaman mimpi.

Musim jatuh cinta …

teman satu kantor saya tengah jatuh cinta. pada calon istrinya yang manis dan lembut. pertengahan april nanti adalah satu episode baru dari musim jatuh cinta yang mereka alami. beberapa hari lalu, saat undangan disebar, kantor menjadi pikuk. dan meja teman kantor saya ini dipadati orang-orang yang antusias melihat potret wajah mempelai perempuan. ah… bukan orang kantor saja yang pikuk, saya juga. dalam travelling ke cirebon pekan lalu, saya sempatkan mencari batik trusmi untuk padanan kebaya putih. tak sabar rasanya menanti hari bahagia milik mereka :)

Musim jatuh cinta …

juga datang pada Alex, teman liputan sekaligus sahabat saya. dengan terburu-buru Alex meninggalkan deretan pesan di YM. Sebelum ini, Alex tak pernah tergesa-gesa. Apa pasal? Oh… rupanya ada janji temu selepas kerja. Saat senja menyingsing, Alex hendak menemui perempuan berkulit putih. Alex, sahabat saya terkasih jatuh cinta.

Musim jatuh cinta …

Masih ingat pada sosok laki-laki dengan sabit di matanya? Ya, dunia dia -yang dua kali lebih tampan di belakang kamera ini- rupanya juga berada dalam suasana musim jatuh cinta. Tak dapat menyembunyikan kebahagiaannya, malam itu ia bertutur. tentang perempuan berkerudung yang lahir dan besar di bumi Parahyangan. Saya tahu apa yang menautkan mereka. Keduanya, laki-laki dengan sabit di matanya dan perempuan berkerudung itu, sama-sama baik hati.

Musim jatuh cinta …
kakak tingkat saat kuliah dulu, yang juga sahabat saya juga jatuh cinta. pada laki-laki dengan wajah yang ramah. namanya berkali-kali terucap lewat cerita yang keluar dengan nada riang dari mulut sahabat saya ini. di tempat biasa kami bertemu dengan frappuccino coklat dan green tea dan meja kayu bundar.

Musim jatuh cinta …
saya? ah … sebentar. musim jatuh cinta? oh ya, saya juga merasakan aroma musim ini menyeruak pelan. saya jatuh cinta. pada semburat jingga saat matahari turun ke peraduan. pada bulir-bulir gerimis yang tumpah dari langit. pada langit sore selepas hujan. pada dua angsa yang menyambut saya di halaman muka gua sunyaragi. pada irama laju kereta api… jes jes jes jes. pada solo yang tak berhenti menggeliat (kenapa banyak sekali mal di sana? kota itu seperti kehilangan hati). pada kuntum-kuntum bunga matahari. kuning. pada perjalanan awal mei nanti (karimun jawa, laut biru, lazuardi biru). pada sop ayam hangat buatan ma’e. pada riuh rendah tawa sahabat. pada semangkuk es kacang merah. pada air mancur tengah kota. pada kecantikan yang belum memudar dari sebuah kota bernama yogyakarta. pada beragam hal kecil yang saya dapati dari hari ke hari.

Musim jatuh cinta …

apakah musim yang ditandai dengan rona merah jambu nan kental, binar mata, merekahnya senyum, hening waktu, desir halus, deraian tawa, kelingking yang saling menggamit, berbagi, mencuri harumnya, bersisian, kecupan tengah hari, tabungan rindu, sulaman mimpi ini juga sampai dalam hidup kalian saat ini?

2 thoughts on “Musim Jatuh Cinta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *