Selamat Tahun Baru Tuhan

Selamat dini hari. Apa kabar Tuhan?

Sebelumnya, terima kasih atas ketiadaan hujan malam ini (pasti dapat KAU lihat. malam ini rumah-MU padat. keterbatasan tempat di dalam masjid membuat sebagian orang bercakap-cakap dengan-MU di pelataran, termasuk saya Tuhan). Dan terima kasih atas langit yang bersih, juga malam yang terasa sangat damai.

Bisakah saya mulai doa saya sekarang? Segenggam harap yang saya pinta pada-MU, Sang Pemilik Hidup. Maha Pengasih. Maha Penyayang.

Tuhan, saya mohon tahun depan tidak ada lagi orang yang membakar dirinya untuk mengakhiri hidup mereka yang terlilit kemiskinan. (Saya tahu, Jasih pasti sedang di samping-MU sekarang).

Dan Tuhan, tolong sediakan tempat yang harum dengan sungai-sungai mengalir, sediakan surga-MU untuk semua yang berpulang bersama ombak yang menggulung setelah gempa mengguncang tanah tempat mereka berpijak. Beri kekuatan dan kesabaran pada yang ditinggalkan. Selimutilah dengan limpahan kasih dan cinta-MU.

Rasa syukur yang dalam saya haturkan. Atas apa-apa yang saya terima sepanjang 2004 yang baru saja lewat. Atas surat pengangkatan, keluarga yang mendukung, teman-teman kerja yang menyenangkan, sahabat yang masih ada hingga saat ini, kesempatan berlibur, juga atas nikmat hidup dan kesehatan. Terima kasih Tuhan. Untuk semuanya.

Apalagi ya? Tuhan, tolong curahkan lebih banyak lagi damai di 2005 nanti.

Hmmm… Tuhan, soal fotografer itu, Tuhan pasti lebih tahu bagaimana menyikapi hal yang satu ini. Saya pinta, atas pilihan-pilihan yang diambilnya, jadikan ia orang yang diliputi rasa bahagia. Dan, terima kasih telah memasukkannya dalam penggalan adegan di skenario perjalanan 2004 saya. Tolong jaga laki-laki dengan sabit di matanya itu. Orang baik ini keajaiban hidup yang memberi impresi tersendiri.

Selamat tahun baru Tuhan. Semoga 2005 ini lebih cerah dari tahun-tahun sebelumnya. Dan Tuhan, tolong, jangan pernah beranjak jauh dari saya, 2005 pasti lebih hangat jika Tuhan tetap ada di sini, bersama saya dan yang lain.

01 januari. 02:00 WIB
pelataran masjid baitul ihsan-kompleks bank indonesia

15 thoughts on “Selamat Tahun Baru Tuhan

  1. Ya Allah,
    Jika doa adalah pedang kami, jangan Engkau biarkan kami lupa mengasah, menghunuskan dan mempergunakannya.

    —–
    Atta,
    Percaya deh, semua doa pasti dikabulkan, dengan cara-cara misterius yang hanya diketahui oleh DIA

  2. Lelaki yang Menggambar Peta di Dadanya

    Dia tak pernah bertanya pada hari esok, “harus pergi kemana?”,
    karena dia telah menggambar peta dunia di dadanya.

    Dia tak pernah mengenang semalam telah sampai di mana,
    karena dia lekas menghapus semua sisa jejak di punggungnya.

    Tapi tahukah dia siapa namanya dalam hikayat yang ia reka?
    “Aku tak tahu. Kalian juga. Bukankah kita kekal dalam tanya?”

  3. amin utk doanya atta …

    ta, tau aja timbanganku naik ..keliatan ya .. :P tapi skrg lagi diet nih supaya balik ke posisi semula .. hihihi .. met wiken ya taaaa !!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *