Nutrisi Jiwa

rawa pening

Fajar di Rawa Pening. Ungu… Senyap
Matahari bundar naik, pulasan sinar kemerahan di langit barat.
Dan Rawa Pening terjaga. Menggeliat. Membuka kelopak matanya.
Kabut tipis beranjak, gesekan daun, perahu nelayan yang bergerak, puluhan bebek riang hilir mudik; menyapa satu dengan yang lain, petani dengan cangkul di kejauhan. Dan… di tepi Rawa Pening, Bukit Cinta berkilauan, dihujani cahaya pagi.
Rawa Pening adalah harum fajar…

Saya suka perjalanan. Biasanya, perjalanan menawarkan beragam hal baru. Wajah-wajah ramah yang tersenyum, ritme kota kecil, semburat merah dalam nuansa yang berbeda. Saya memilih melakukan perjalanan untuk menyeimbangkan hidup :) Lebih dari itu, untuk saya, perjalanan adalah nutrisi jiwa.

Pesona Rawa Pening yang saya tulis dengan huruf miring di atas adalah sedikit gambaran dari apa yang saya petik di perjalanan awal Oktober yang lalu. Menyenangkan. Bagaimana tempat yang kerap saya dengar ini ternyata begitu cantik. Rawa Pening bersolek, sapuan matahari pagi menyulapnya menjadi Rawa Pening yang keunguan.

Dan esok hari, rencananya saya akan kembali melakukan perjalanan, ke barat, seorang diri saja. Saya menghitung waktu; menyambut semburat jingga di Padang. Penerbangan pagi (huhuhuu.. saya benci penerbangan pagi…) akan mengantarkan saya pada keelokan ranah minang, mudah-mudahan sempat menyaksikan Festival Minangkabau. Hanya satu hari di Padang, setelahnya Bukit Tinggi menanti. Perjalanan ini layaknya perjalanan lainnya, adalah nutrisi jiwa untuk saya.

ps : Dan kalian tahu? Liburan kali ini saya lakukan tanpa perlu cuti. Yup, tanpa perlu cuti. Jumat hingga Senin siang nanti saya melepaskan diri sejenak dari Jakarta. Liburan tanpa cuti? Aduh, kantor ini surga bagi para penyuka perjalanan :D

23 thoughts on “Nutrisi Jiwa

  1. neng atta..
    kalo di bukit tinggi jangan lupa maen ke jam gadang *iya laaaah..ekekeke* liatin jam gadang dari restoran padang depannya itu sangat menyenangkan. apalagi kalo sambil pesan ayam pop. trus.. kalo sempet ke ngarai sianok, kelok 44 dan danau maninjau yah. jalur bukit tinggi – danau maninjau.. adalah perjalanan terindah dalam sejarah. trus.. jangan lupa foto di depan novotelnya.. bagus banged loh.. *eh nginep di novotel gak?*. jangan lupa makan nasi kapau di pasarnya.. panas-panas.. yummy. dooh.. i miss bukit tinggi. :((

  2. Wah Ta, selamat berangkat ya. Gak jadi bareng Gombang ya?:p Semoga enjoy disana!! Gw mau lho, bikin feature ttg Festival Minangkabau, terus dibikin paketnya kayak Ian Wright utk Discovery Travel and Adventure. Hmm… Tahun kunjungannya masih sampe 2010 kan? Hmm….

  3. bagus nutrisi jiwanya. Hotel yang paling minima pricenya dan nice view.please sunggest to me coz i want to go there next year. mybe in January (26.1.06-29.1.06).

  4. Pingback: SlotsMachines

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *