Selamat Ya…

Selamat ya Pak.

Senang sekali melihat proses pergantian pucuk pimpinan tertinggi di negeri kita berlangsung dengan suasana yang tenang. Kita tidak lagi “dikutuk” sebagai negara yang sedang belajar menerapkan prinsip-prinsip demokrasi. Tidak ada setetes darah pun tumpah! Dua kalimat terakhir tadi saya kutip dari Kompas (Harian ini ritual pagi saya Pak, jauh lebih cepat dibaca ketimbang media cetak tempat saya bekerja :)).

Apa rasanya mengucapkan sumpah sebagai presiden pertama yang dipilih langsung oleh rakyat? Bapak terlihat tenang sekali. Hmmm… Bapak juga terlihat lebih ganteng :D

Semoga Bapak tidak lalai terhadap apa yang pagi itu Bapak ucapkan dengan intonasi yang tegas; “Demi Allah, saya bersumpah akan memenuhi kewajiban Presiden Republik Indonesia dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya, memegang teguh Undang-Undang Dasar dan menjalankan segala undang-undang dan peraturannya dengan selurus-lurusnya serta berbakti kepada Nusa dan Bangsa.”

Jarang sekali saya posting tentang politik di negeri-senja.com, halaman putih yang saya bangun dari meja dengan sepuluh kuntum bunga matahari ini lho Pak. Selain karena minimnya pengetahuan saya soal politik, saya juga mulai dihinggapi kebingungan yang sangat tentang topik yang satu ini. Bagaimana bisa negara membiarkan rakyatnya didera kemiskinan, kebodohan, ketidakadilan. Bagaimana bisa alat negara yang seharusnya melindungi justru menggunakan tangan-tangan mereka untuk menghardik, membungkam dan melenyapkan nyawa anak bangsa. Bagaimana bisa kekayaan negara perlahan-lahan berpindah ke pundi-pundi pribadi.

Kalau sekarang saya menuliskannya di halaman putih ini, sama sekali tidak ada hubungannya dengan jurnalis yang sesekali meliput di desk politik itu kok Pak. (Bapak tahu, foto Bapak terpampang di halaman muka harian tempat ia bekerja, lengkap dengan kredit namanya di sisi kanan atas :))

Apa? tampan? (Wah, Bapak melihat sosoknya juga ternyata. Saat pelantikan Bapak, dia juga terlihat sibuk lho Pak, tidak tidur setelah sahur karena takut terlambat tiba di Senayan)

Tapi, kenapa bertanya seperti itu? Wah, Bapak belum kenal saya berarti. Buat saya laki-laki cerdas selalu terlihat lebih menawan :D. Laki-laki cerdas dengan kamera SLR di tangannya buat saya terlihat dua kali lebih menawan. Hehehehehe.

Cukup cukup. Mari sudahi pembicaraan soal saya. Kembali ke tema utama kita kali ini.

Sekali lagi selamat Pak. Sederet penghargaan yang Bapak kantungi, mulai dari lulusan terbaik AKABRI AD tahun 1973 hingga Satya Lencana VIII, XVI dan XXIV plus penghargaan lain-lainnya, mudah-mudahan tidak menajamkan sisi militeristik. Semoga Bapak bisa lebih cair, dan benar-benar membuktikan apa yang Bapak umbar pada pemilu yang baru saja usai. Jangan lagi menggunakan kekerasan Pak. Selain kuno, cara-cara ini justru menjauhkan Bapak dari rakyat yang memilih Bapak, dari orang-orang yang menitipkan suara mereka pada Bapak.

Satu lagi Pak, hentikan sikap permusuhan. Tidak datang saat pelantikan bukan berarti tidak cinta kan Pak. Saya tahu, Bapak bisa lebih arif menyikapinya.

Semoga Bapak dan Kabinet Indonesia Bersatu (yang menurut pendapat banyak pakar terbilang gemuk; eh belakangan saya juga tambah gemuk Pak) dapat menjalankan tugas dengan baik, ikhlas dan penuh tanggung jawab.

Salam saya untuk keluarga; Jurnalis yang baik dan santun lengkap dengan kamera SLR-nya itu juga titip salam Pak, dia pesan kalau bisa jangan terlalu banyak manuver yang Bapak buat, nanti waktu istirahatnya akan semakin sempit :)

18 thoughts on “Selamat Ya…

  1. Ehm, dehem dua kali sudah cukup.

    Saudari Atta,

    Saya mengapreasiasi apa yang saudari nyatakan dengan jujur dan sekaligus lugu.

    Pesan saya, janganlah berlebihan dalam memuji maupun berharap. Ibarat lagu “Rocker Juga Orang Biasa “, maka presiden pun demikian. Bagi saya, itu semua amanah, yang sebisanya, dan seingatnya, harus saya laksanakan dengan baik. Sebagai prajurit saya meyakini old soldiers never die, they just pengin jadi penguasa, sampai kemudian fade away.

    Ada satu hal yang Saudari harus ingat. Sama seperti beberapa jenderal, saya pun kelak akan menenteng kamera buat gagah-gagahan. Standarnya juga jelas: Leica dan Hasselblad. Saudari boleh cek kepada kaum berompi dengan tas Tenba [konon dari bahasa Tibet: artinya kuat] atau Lowe yang berat itu, siapa saja jenderal yang punya kamera bagus. Jadi, kami ini, tentu akan tampak menawan di mata Saudari — apalagi jika waktu bisa dimundurkan sehingga usia kami tampak sepertiga darui hari ini.

    Yang penting bagi Saudari sekarang ini adalah bekerja dan bekerja. Tanah air memanggil Saudari. Kurangi blogging yang tak perlu dan chatting yang berlebihan. Perbanyak persebaran informasi kesempatan kerja dan saluran berkarya, termasuk kepada orang yang tidak Saudari kenal, baik via e-mail maupun posting di blog.

    Akhirul kata, kurangilah obsesi terhadap kamera dan orang-orang yang bekerja dengan kamera.

    Salam,

    SBY

    NB: Paswalpres sudah memberi atensi khusus kepada fotografer YY, tapi saya selalu mengingatkan agar huruf depan “y” pada kata pertama tidak diganti “j”. Salam untuk Mas Kam yang priyayi Solo, dengan ucapan khas Jawa-timuran: “kamdani hartoyo, dikandani gak percoyo”

  2. Selamat Puasa buat mbak Atta. Kenaapa pas puasa kayak gini ,orang-orang (termasuk saya) malah cenderung jadi gemuk yah :D .

    oh iya, tuh Pak SBY kira2 dalam 100 hari koruptor mana yg akan di sidangkan nih?

  3. gubraks !! udah nulis panjang2 ilang .. hiks2 …

    ya udah deh kalau gitu mau bilang met wiken dan met puasa utk atta .. selamat utk pak SBY semoga bisa membawa negara kita ke gerbang kemakmuran .. menghapus korupsi dan KKN, hukum berjalan sesuai aturannya, keamanan lebih terjamin, masyarakat bisa mencari nafkah dengan layak *duh siang2 mimpi ya aku* :P

  4. bhima : mudah2an ya Bhim :)

    sby : masa’ di mingguan yang enak dibaca dan perlu itu bapak dibilang peragu. piye pak?

    siberia : wise? hmmm… *ngakak Mode ON*

    Kristiani SBY : wah lengkap, ada pasutri RI-1 disini. hehehehhe. mami.. kapan nih duduk2 menghabiskan sore di kursi pinknya?

    adhi : iya. ayo ke jakarta lagi. liat sendiri. :D

    Qky : cukup cukup tertawanya. hehehhehe.

    andi : Amin.

    randi : wah, tambah gemuk juga *yippie, dapet temen* :)

    ika : hehhehee, mimpi di siang bolong. tapi bersama kita bisa kok mbak. :D

    hani : aduhhh, tapi saya suka sekali ayam. mungkin harus banyak2 diving biar makin oke ya bu :)

    siwoer : loh, bukannya udah :D

    dienda : hidup dienda!

    apri : apriiiiiiii *teriak dulu*. sehat pri. kamu juga kan?

  5. hehehe.. salah judul Om Kere.. yg bener Rocker Juga Manusia. bgitcuw..

    Ok,ok bgini saja, Eke titip salam aja buat Mas SBY *lho kok Mas sih.?* , sama mau tanya, itu minyak rambutnya pake apa pak.? kok kelimiiis teruus. kesian kan pak, Andai laler menclok pun bisa kepleset dia. Juga tolong kasi tau pak Kalla, jarak hidung sama kumis terlalu jauh gitu looh.. spasi satu stengki kan cukup. :P

    wass,
    penikmatalamsaja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *