Ramadhan

Andai Ramadhan menjelma dalam keseharian, dia pasti mengambil bentuk menjadi teman yang menyenangkan, karib yang hangat, sahabat yang sabar, rupa yang berseri-seri dan penuh kasih, tutur kata yang lembut dan kesediaan berbagi yang sangat. Ramadhan akan memeluk kita dengan hangat, memberi damai di hati. Ramadhan tiada pernah jauh, dia ada bersama kita. Dan Ramadhan akan berbisik pelan, tepat di indera dengar…”jangan takut, semua akan baik-baik saja”.

Belakangan beragam hal terjadi dalam hidup saya. Beragam hal yang menuntut perhatian dan kesabaran ekstra. Beragam hal yang sempat menorehkan biru dalam episode hidup yang tengah saya jalani.

Rasa kehilangan.
meski sudah saya tekadkan dalam-dalam, melewati satu babak ini rupanya sedikit membuat saya tertegun dan banyak berpikir.

Jenuh dan bosan pada pekerjaan yang tengah saya geluti.
sekarang satu tulisan benar-benar menguras tenaga. konsentrasi saya juga mudah lari, kadang sulit menangkapnya kembali.

Percaya diri yang belakangan dengan mudahnya pupus.

Belakangan beragam hal terjadi dalam hidup saya. Beragam hal yang menuntut perhatian dan kesabaran ekstra. Beragam hal yang sempat menorehkan biru dalam episode hidup yang tengah saya jalani.

Dan Ramadhan datang. Karib yang hangat ini menjenguk saya kembali. Menggenggam tangan saya erat, memberikan sentuhan hangat di punggung, meraih lengan saya dan membantu saya berdiri. Perlahan-lahan melangkah. Menuju sumber cahaya.

Inilah saat untuk memperkuat lima yang wajib. Saat yang tepat untuk menambahkan rakaat-rakaat sunah selepas Isya. Saat yang tepat untuk menghamparkan alas di sepertiga malam, mencium harum-NYA, ruku’ dalam takzim, sujud dalam hening. Bertutur dalam bahasa yang saya dan DIA mengerti. Menambah derajat kesabaran, kepedulian dan keikhlasan dalam lapar dan dahaga.

Inilah saatnya untuk melepaskan gundah yang bersarang di benak. Saat yang tepat untuk meluruhkan pedih juga memupuk kembali nilai-nilai positif. Meyakini bahwa apapun yang terjadi pada saya, DIA tak pernah beranjak. DIA dan Ramadhan yang bersih.

Selamat berpuasa, semoga kasih sayang dan hangatnya Ramadhan juga singgah dalam episode hidup yang tengah kalian jalani.

24 thoughts on “Ramadhan

  1. met nikmatin ibadah ramadhan yak..
    gak sabar pengen baca tulisan yang bikin mpok kita kelimpungan nangkap konsentrasi hehe… ayo semangat, semangat…
    seperti semboyan salah satu kartu; atta ON terus… gak ada matinyee!!! :D

  2. met puasa ya Taa .. semoga lancar sampai akhir .. hihiihi ..

    no worries, you’re not gonna miz me coz I’ll always come here to say hi ;)

    nice wiken atta .. mwa mwaaaahh .. :D

  3. Hi, met kenal Atta. Posting Ramadhan kamu bagus deh, at least for me, it’s very inspirational, thanks! visit my blog too ya sometimes, it’s just been published :)

  4. atta, pecinta senja, selamat berpuasa… :)
    duh, pingin deh bisa ‘bersih; lagi dan dapat berkahnya untuk Ramadhan kali ini… :)

    btw, mo buka bareng ?? kapan ??

  5. mohon maaf lahir batin ya ta..
    selamat puasa juga.

    btw,
    “Jenuh dan bosan pada pekerjaan yang tengah saya geluti. satu tulisan benar2 menguras tenaga..”

    hehe..kok sama yaaa?? :)

  6. Pingback: Video Poker

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *