Minggu Yang Lengkap

Duduk di rumput, sesekali tertimpa sinar matahari menjelang senja, menatap gelak, bertepuk tangan, melontarkan canda, memeluk sahabat, berbagi tawa, menyapa teman, berkumpul, bercerita, melepas penat, mengizinkan angin membelai tiap-tiap helaian rambut…

Hmmm… kenapa? masih kurang lengkap?

Akan saya tambahkan dengan; musik gambus, barongsai, tabla India, Liong, wayang golek Bang Tizar Purbaya, pencak silat, pemutaran film tempo dulu (Jakarta di tahun 1930-an, saat trem masih melintas di tengah kota, sado mengangkut penumpang, jalan masih lengang, Jakarta masih terlihat ramah), dan band Gusrak- band spesialisasi lagu-lagu Betawi.

barongsai wayang golek
silat betawi bulan

Kalau masih kurang lengkap, Minggu itu juga diwarnai dengan hadirnya wajik, dodol -yang diputar dengan tenaga yang berlimpah- di atas penggorengan besar, kue satu, buah buni, gohok, kue cucur, nasi ulam lengkap dengan semur tahu dan telur, rujak buah, kue rangi, sagon, asinan betawi, nasi kebuli, gado-gado, sate kambing, sekoteng dan BIR PLETOK!. Untuk saya yang tumbuh dan berkembang dalam lingkungan Betawi, bertemu dengan aneka pernak-pernik tadi, rasanya seperti masuk ke dalam mesin waktu dan kembali ke beberapa tahun silam.

Aduhhh, kenapa? masih saja kurang lengkap?

Oh ya, saya ingat, Minggu itu juga tanpa sengaja saya bertemu dengan banyak orang. Ada narasumber saya dari satu penyedia jaringan yang datang dengan keluarganya, ada satu narasumber lagi dari vendor ponsel yang datang bergerombol bersama rekan-rekan gaulnya, ada Usep- siswa satu sekolah fotografi- teman seperjalanan sewaktu saya mengikuti Wisata Bahari (Huhuhuhu, saya sempat lupa nama si Usep ini, padahal Usep dengan ramahnya menegur dan menanyakan kabar saya), juga teman-teman yang beberapa bulan lalu saya jumpai dalam perjalanan Krakatau. Ada adik kelas saya (“Maaf, ini Kak Atta bukan ya?”) dan beberapa jurnalis yang saya kenal sedang sibuk bekerja (Hey, It’s Sunday :D). Teman blog saya yang ramah ini juga terlihat bekerja dengan riang gembira ditemani kameranya.

Masih kurang lengkap juga ?!

Minggu malam itu bulan bersinar terang, dan orang-orang membentuk reriungan, beralaskan rumput, mandi cahaya bulan di penghujung Agustus.

Tentu tetap kurang lengkap bukan?

Pasti. Karena saya belum menyebutkan dengan siapa saya menghabiskan satu hari yang menyenangkan itu, satu Minggu yang lengkap yang saya lewati bersama Desy (Hai, lama sekali rasanya kita tidak bertemu ya Bu?), Balq (Gambus ternyata benar-benar menyenangkan ya? Ya Salaaammmmm :D), Shanty (Batik yang dipakai hari itu bikin kamu tambah manis) dan Dien (Ini kali pertama kami bertemu dan perempuan yang cantik ini benar-benar menyenangkan. Lucu dan jenaka. Tahu julukan apa yang dia beri untuk saya? Di rumah senjanya dia menulis, “Nona satu ini mirip kelinci batere XXX yang tidak mengenal jeda, omongannya, cara berjalannya”. Saya… si kelinci batere XXX :D).

Dan malamnya saya juga bertemu dengan rombongan tukang lenong.

Bagaimana? Minggu yang lengkap bukan? Heritage Food in Heritage City, sinergi antara milist Jalan Sutra dan milist Sahabat Museum, di Gedung Arsip Nasional, membuat Minggu saya pekan lalu menjadi lengkap, sangat lengkap.

30 thoughts on “Minggu Yang Lengkap

  1. kalo ada aku pasti lebih lengkap lagi… hahaha… it’s oke kok, anyway aku memang gak akan bisa dateng juga hari itu… si bin rada panas, tapi udah baik kok sekarang :)

  2. walaupun makanan di sana kurang nendang buat perutku *tsaaah*
    tapi piknik bareng balq, desy, atta dan dien…huhuhuhuhu…. suatu pengalaman yang menyenangkan deh…
    kapan-kapan kita piknik lagi nyoookkkk

  3. aduh taaa…maap, ya, sekali ini saya gak terlalu setuju sama kamu…buat saya asli gak lengkap banget soalnya… :( apa karena salah timing ya?

  4. yah…sayang waktu itu gw ga sempat mampir ke Gedung Arsip, pdhal hari itu gw ada di glodok, ngubek2 DVD hehehe…
    nice story and pictures, At !!
    btw, plesiran berikutnya ikutan ya..

  5. nasi ulam, semur tahu . nyam .. kue satu .. buni .. bir pletok . OMG what a life ! hahhahaha … omong2 daku belum pernah minum bir pletok, kaya apa tuh rasanya ?? :D

  6. lho? datang juga? sayah juga datang loh… malah sampe malem jugak. fotograpernya bujubuneng banyak nya. untung gak ikut2 an bawa kamera sayah, cuma bawa henpon sajah. kok ngga liat atta ya???? coba kita janjian ya? hehehehe (gue denger blogger -gak tau siapa- ada juga yg janji ketemuan disana)

  7. Pingback: sealer

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *