Bunga Rumput…

bunga rumput

Dandelion, begitu nama bunga yang cantik ini. Memang tidak segemerlap anggota keluarga bunga lainnya yang datang dengan balutan warna-warna ceria. Dandelion ini… sederhana. Buat saya Dandelion punya tempat tersendiri di hati.

Dandelion, susah sekali menyebutnya. Lidah kampung saya lebih sering menyebutnya bunga rumput. Ia dengan mudah ditemukan di semak-semak perdu, menyembul malu, tersipu. Kalau angin berhembus dan menyentuh tubuhnya, bunga rumput yang cantik ini perlahan terbang. Serpihannya mengikuti ke mana arah angin pergi. Perlahan, terbang…

Dulu, bunga rumput banyak tersebar di lapangan dekat rumah. Di dekat pohon sengon yang berdiri kuat, dengan dahannya yang kokoh. Dan bunga rumput ini menyita perhatian saya. Memetiknya dari dahan, meniupnya dan melihat pokok bunga ini memecah, serpihannya terbang bersama angin. Kala serpihannya menyebar, menuju birunya langit, pecahlah perasaan bahagia yang menuai sebentuk senyuman. Aktivitas yang menyenangkan.

Dulu, di kampus, saya juga kerap menemui bunga rumput. Area kampus memang terbilang luas. Tumbuhan perdu dan semak-semak liar menjadi surga bagi kehidupan bunga rumput. Dalam perjalanan pulang dari kampus, sesekali saya berhenti dan bercumbu sejenak dengan bunga rumput yang saya temui.

Saat perjalanan pulang dari kampus bersamanya, saya juga masih menyempatkan waktu untuk bersentuhan dengan bunga rumput. Waktu itu Jindo, vespa hijau kesayangannya –dan menjadi kesayangan kami akhirnya :D–, belum mengisi keseharian di Solo. Berdua, melangkah menyusuri setapak antara kampus kami dan kost melewati kampus Sekolah Tinggi Seni Indonesia. Di tengah perjalanan, sesekali bunga rumput menyapa.

Saya lalu menyibukkan diri bersama bunga rumput. Ia, laki-laki dengan semburat jingga itu, berdiri, menahan terik dan menutupi kepalanya dengan tangan. Matanya setengah terpicing. Pandangannya tertuju pada gadisnya, ya saya, yang tengah berjongkok. Saya, gadisnya, yang tengah memetik bunga rumput dari dahan, meniupnya, melihat pokok bunga itu memecah dan serpihannya terbang bersama angin.

Bagi saya, melihat laki-laki dengan semburat senja itu berdiri, menahan terik, menutupi kepalanya dengan tangan dan matanya yang setengah terpicing menanti percakapan saya dengan bunga rumput usai, hingga serpihan itu menyebar menuju biru langit, adalah aktivitas yang tidak hanya menyenangkan tapi juga membahagiakan.

Beberapa hari yang lalu, seusai liputan ke sebuah vendor elektronik di bilangan Kuningan, Jakarta Selatan saya bertemu bunga rumput. Di sini, di tengah hutan beton ini. Sungguh satu keajaiban. Sudah lama sekali saya tidak mendapati kehadiran bunga rumput. Jakarta tidak lagi menyisakan ruang untuk semak dan perdu.

Waktu itu saya tengah menanti taksi. Saat menebarkan pandangan ke sekeliling, saya mendapati bunga rumput itu di pinggir pedestrian. Saya berjalan mendekatinya. Perlahan saya amati bentuknya. Benar, ini memang bunga rumput. Dan saya memetiknya dari dahan, meniupnya dan melihat pokok bunga ini memecah, serpihannya terbang bersama angin.

Keriuhan kendaraan yang lalu lalang tiba-tiba tak terdengar. Saya seperti melihat bayang-bayang laki-laki dengan semburat jingga itu di sana. Samar…. Berdiri, menahan terik dan menutupi kepalanya dengan tangan. Matanya setengah terpicing. Ia jauh lebih tampan dari tahun-tahun kebersamaan kami di kampus dulu.

Tapi, angin segera membawa serpihan bunga rumput saya pergi, terbang, menuju birunya langit…. dan perlahan bayang-bayang laki-laki dengan semburat jingga itu menghilang. Kesunyian pecah. Suara klakson dari kendaraan bergegas bersahutan. Jakarta kembali pikuk.

Saya segera mencari bunga rumput lain, siapa tahu kerabatnya tersebar di sekitar situ. Bukankah biasanya bunga rumput hidup bergerombol? Saya terus mencari, berjalan perlahan menyisiri pedestrian. Dalam hati saya berbisik; Tuhan tolong beri saya satu bunga rumput lagi…

_________________

gambar diambil dari sini

41 thoughts on “Bunga Rumput…

  1. semoga tidak hanya bertemu satu bunga rumput lagi, tetapi juga lelaki yg setia menunggumu bercakap dengan bunga rumput, berdiri, dengan tangan menutupi kepala, mata setengah terpincing dibawah terik matahari.., semoga..semoga

  2. disini banyak, ta. ke sini yuk. tapi ga yakin aku, apa bakalan ada pria ganteng yg berdiri sambil menutup kepalanya kr panas. panas di sini mahal. ga bakalan ditutupi mukanya. :D

  3. bunga rumput ini memang romantis Atta…sepertinya lebih cocok disebut bunga cinta apa…hemmm…tau gak, film korea kalo ngeshoot yang romantis2 dialam terbuka selalu di tempat yagn ada bunga rumputnya…nahh tuh..bikin feeling jadi lebih romantis lagi

  4. bunga rumput? jadi inget sancai-nya Meteor Garden :)

    jadi kemarin ke kuningan? lain kali kasih tahu aku, jd bisa ketemuan.

    btw, amiiin.. semoga si bunga rumput+laki2 yang menanti kamu bercumbu dengan si bunga rumput itu segera ditemukan :)

  5. Tengkyu ta tawaran! skr udah beres! berkat bantuan teman-2 ad-bannernya udah ngilang gak keliatan lagi :)

    Ntar aja kalo udah punya duit, tak mikir buat beli hostingan, skr ini lagi bokek abessss :P

  6. Hmm…bunga rumput? Hmm…romantis?
    Kok ga pernah terpikir ke sana yah?
    *dasar gw mahluk bebal* hehe…

    Soalnya setiap dekat bunga rumput, serbuknya bikin hidung jadi gatel dan pengen bersin…”Hachiyyyyyy!” begitulah bunyinya… kakinya bertanduk,hewan apa nama..

  7. Nature is there for human to enjoy…and be grateful (at all times) to the creator in shich sometimes long forgotten….

    It is nice to have someone like tou reminded us to always be thankful.

    I’ve been back to reality of pile of work and paperworks (a.k.a: headaches), but I am glad that I can still have the chance to contend them until another vacation time!

    Hugs from Liberia, West Africa! ;)

  8. namanya dendelion ya tta? Yasa suka sekali dengan bunga rumput. kemudian dia akan memetiknya memegang tangkainya, sambil menutup mata dia akan makes a wish dan fiuhhhhh ditiupnya bunga rumput itu.

  9. Imponk : enggak mponk. STSI itu cuma tetanggaan aja.

    Siberia : makasih mbak

    Sa : kesitu jauh mbak :D

    kéré kêmplu : hehehehe. i miss solo very much. ngomongin murtijono jadi inget TBS :)

    qky : bunga rumput Borneo. hehehehehehe

    bagas : :)

    mushrooms : aih sista tahu aja :)

    mawarterikat : hehehehe, rindunya menggunung

    Bril : cerita pendek sekali. hehehehe

    cici : romantis kok :) apalagi kalo makan es krimnya di bandung, terus gerimis kecil2. hehehehehee

    yuliana : aduhh, iya yah *romantis Mode ON*

    otty : ribet kan ty, mending ngomongnya bunga rumput aja :D

    randi : makasih randi

    eyi : iya yah, lupa aku gak ngasih tau kamu. kapan2 deh sist.

    asri : :)

    siwoer : udah bersih lagi ya halamannya. sip deh. masih ditunggu buat tetanggaan di sini :D

    dion : hahahaha. dionnnnnnn

    pipit : semoga ya pit :)

    balq : gak ada kenangan sama edelweiss bal.

    bhima : ada bhim. bunga matahari juga punya cerita tersendiri. tunggu kisahnya yah *appa cobba* hehehehehe

    t.w. : Amin :)

    aprian : ada deh. hehehe. udah balik ke jakarta lagi?

    ninit : bagus kan nit?

    Didi : ganti ah, masa’ vespa lagi. hehehehehe.

    Dandy : aduh sista, jadi malu nih.

    umar : itu lain mar, kalo yg suka nempel bulir2 bunganya lebih panjang. eh yg itu bukan ya?

    bryan : oh ya? bersejarah juga dong ini bunga.

    Luigi : hug juga Luigi, posting barumu lucu banget

    maknyak : wah, Yasa punya kebiasaan yang sama dengan tante atta

    Nita : masa’ sih? kaya’nya bukan yang ini deh Nit :)

    canti : bukan sedih can, hanya rindu. hehehehehe.

    sireum : mau mau. bawa kesininya pake apa ya?

    Farid : komen dengan tiga tanda seru. hehehehe. thanks ya.

    pepper : boleh. butuh nomer rekeningku? heeheheeheheheh

  10. idih nama bunganya Lucu dech!!!

    Boleh ga nama bunga ni dijadiin nama Genk aku bareng temen2..
    Soalnya karakternya Qta Buangeeeeeeeet!!!!

  11. Cerita yg bagus… Dendelion sp. Bunga rumput. Tiap sore aq ke lapangan buat petik dan tiup bunga rumput… Bunga rumput emang punya daya magic…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *