Imajinasi

albert

Imagination is more important than knowledge — Albert Einstein

Bagus ya?
Bukan gambarnya :D Saya hanya fotografer amatiran. Tapi kalimat di poster itu, bagus ya?

Gambar ini diambil saat saya melintasi underpass menuju Esplanade Theatre. Sendiri saja, dengan ransel hitam di punggung, memanfaatkan sisa waktu sebelum kembali ke Jakarta. Tengah hari yang bersahabat.

Imagination is more important than knowledge — Albert Einstein

Bukan berarti pengetahuan tidak penting. Sinergi keduanya, imajinasi dan pengetahuan, justru akan menghasilkan ramuan yang lebih menarik, terkadang menuai senyum, menumbuhkan inspirasi, rasa bahagia, perasaan haru, juga beragam nuansa lain yang membuat hidup sedikit lebih berwarna.

Saya jatuh cinta pada Harry Potter. Seorang JK. Rowling membingkai cerita ini dengan segudang imajinasi. Hogwarts, Lord Voldemort, Muggle, Dumbledore yang bijak, Sirius Black, Dementor, Hogsmeade, Quidditch, Kementerian Sihir, Nimbus 2000 dan mantra sihir favorit saya Expecto Patronum. Untuk saya, Harry Potter adalah salah satu keajaiban kecil.

Imajinasi bisa jadi juga mampir pada seorang penulis. Saya lupa namanya. Cerita tentang si sulung yang kepalanya ditumbuhi pohon pare tetap melekat di benak saya hingga kini. Si sulung yang pembohong, pemalas dan sombong akhirnya menerima hukuman yang setimpal. Pohon pare yang tumbuh, menjulur di kepala? Apa lagi namanya kalau bukan imajinasi.

Sejak saat itu, saya belajar untuk tidak mengambil sesuatu yang bukan hak saya. Belajar untuk tetap jujur dan berlaku lurus. Awalnya karena saya takut membayangkan terbangun di satu pagi yang jingga dengan sebatang pohon yang tumbuh di antara helaian rambut. Tapi lambat laun, seiring dengan bertambahnya pengetahuan, dan saya tahu pohon (tidak hanya pare, bisa juga jati atau pohon randu :D) hanya bisa tumbuh subur di kepala dalam dunia imajinasi, nilai-nilai positif yang dibawa cerita tadi tetap saja lekat.

Imajinasi juga tumbuh dalam lirik. Dibalut nada-nada yang manis, ragam alat musik yang berpadu, menuai satu harmonisasi. Dan lagu menjadi wahana baru bagi apa yang dinamakan imajinasi.

I will fly into your arms
And be with you till the end of time — I will Fly dari ten2five

Terbang, tinggi, menerobos awan, menjemputnya, meraih tangannya, merengkuh erat, memeluknya pelan, jangan takut terjatuh aku ada di sini, merasakan percakapan angin, memberi kecupan terbaik di kening, tertawa ditingkahi rinai hujan, bercanda dalam semburat jingga saat senja turun. Apa yang membuat aktifitas menyenangkan tadi menjadi mungkin? Jawabnya adalah imajinasi.

Dan kalian tahu, imajinasi jualah yang membuat halaman putih ini tetap ada hingga hari ini, Negeri Senja yang dibangun dari sebuah meja dengan sepuluh kuntum bunga matahari. Imajinasi yang tumbuh dari kepala perempuan di pertengahan duapuluhan.

Imajinasi yang juga hadir lewat halaman-halaman yang kalian buat. Imajinasi akan tersulamnya jejaring pertemanan. Imajinasi tentang orang-orang berhati baik dengan sekotak kasih di ujung sana, orang-orang berhati baik penuh senyum, orang-orang berhati baik yang tertawa, orang-orang berhati baik dengan senja dalam genggaman, orang-orang berhati baik … kalian semua.

67 thoughts on “Imajinasi

  1. kalau gak ada imaginasi mungkin gak ada buku, kalau gak ada buku sebagian ilmu pengetahuan akan hilang, jadi imaginasi lebih dari sekedar pengetahuan….:D

  2. hmm bisa dibilang imagination itu salah satu pemacu utk bisa giat menambah knowledge ^__^ karena once we have that imagination in mind, it enforces us to make it come true…. how? by learning how to interpret and visualize our imagination into practice…

    so, I agree with Einstein :D
    wheuheue…

  3. imajinasi gw HP nanti kaya PIN, nempel di kerah baju atow kantong baju…
    trus ada TV 3D, transponder, pemilu lewat sidik jari di mesin ATM …ha ha ha

  4. Kata guru bahasa Indonesia gw jaman SMP, sumber inspirasi menulis yg tak ada habisnya adalah pengalaman, lebih kaya daripada imajinasi. Mungkin kita tak pandai berimajinasi, tapi pengalaman, apapun itu, akan selalu mengiringi hari2 kita.
    Begitu katanya, tta … hehehe

  5. Emang pengetahuan itu apa? :P

    Btw, imajinasi itu sendiri bisa menghasilkan pengetahuan baru. Banyak hukum-hukum fisika bisa dirumuskan dari hasil imajinasi.

  6. atta, kalo suatu saat aku nyasar ke jakarta, kita bisa ketemu?
    kamu amazing.. aku terharu biru baca postingan di bawah, yang soal surat, juga ratusan postingan2 sebelumnya. wish u all the best atta.

  7. mbak atta ini tetep loh tulisannya inspiring :). di sphere (m. chrichton) -mungkin ada yang pernah baca- pernah ditulis, kalo imajinasi itu berbahaya, soalnya yang punya kan tidak dituntut tanggung jawab. juga tidak bisa dikendalikan (saya lupa kutipannya, pokoknya dicontohkan hewan beruang gitchu). dan disitu dikisahkan kalo imajinasi bisa jadi nyata! kalo membayangkan gurita, tau2 muncul gurita dst. serem banget gak seh…

  8. iya benar..kadang2 saya malah mikir imajinasi lah yang membuat kita masih bisa bertahan disaat2 susah and kritis….ketika membayangkan hal2 yang indah, kita maju terus..ketika kita membayangkan hal2 yang jelek…kita mundur dari semua hal2 jelek yang hendak kita lakukan

  9. Salam kenal 4 Atta. Aku hbs nulis dry dreaming di blog-ku..ada yg komentar..lho kok mirip punya Atta. Sory ya, Ta..tp bener kok aku enggak nyontek, soalnya tulisannya jg bagusan Atta(he..he) lagian aku buka punya Atta baru skr, stl aku posted blog-ku.Thanks

  10. You may say I’m a dreamer
    But I’m not the only one
    I hope someday you’ll join us
    And the world will be as one….

    john lennon rules.. hehehe.. bukan utopia lagih…

  11. setuju. imajinasi itu motor kita. adapun pengetahuan itu pelumasnya.

    saya juga setuju sama david ogilvy yang kreatif itu: gagasan hebat pada awalnya seringkali muncul sebagai lelucon.

  12. atta, saat ini gue berimajinasi komputer di rumah gue punya koneksi internet via DSL jadi gue bisa onlen kapan aja gue mau…. :P

    btw, gue lebih kangen koneksi internet, tta… :P :))

    ngumpul lagi dong!!

  13. Jika kamu bisa mengimajinasikan sebuah Helikopter dengan kursi pelontar, maka seharusnya kamu bisa mengimajinasikan apapun.
    _______________________

    akhirnya bisa komen juga, sebab seringkali tidak bisa masuk ke komen box-nya. Apanya yang salah ya..?

  14. Ta pa kabaaar ? aduh kalau ke sini selalu dapet nomor buncit nih kebagian di belakang, gak keliatan deh atta nya .. hahahaa .. apaan siiy emangnya nonton di bioskop :D

    aku juga suka banget sama harry potter, imajinasi seorang jk rowling memang ruaaarr biasaaa .. tapi gosipnya katanya dia memang betul2 keturunan keluarga penyihir .. hahaha .. bener gak tuuh ? auk ah yg penting novelnya keren yah ?!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *