Hey … Lihat!

Hey… Lihat!
Apa?
Itu, di atas sana, putih, berarak
O.. itu awan kasih
Awan kasih?
Ya, awan kasih yang lembut, terbentuk dari titik-titik rindu yang menguap. Awan kasih itu untukmu.

Hey … Lihat!
Apa?
Itu, di atas sana, berkelap-kelip, di langit
O… itu bintang yang kuambil malam tadi
Bintang yang kauambil malam tadi?
Ya, satu dari tujuh bintang utara yang kuambil untukmu.
Bagaimana caranya?
Naik ke atap dan memikirkanmu. Dalam sekejap, bintang itu dengan mudahnya kugapai. Kutaruh lebih dekat, agar dapat menerangi lelapmu saat malam tiba. Satu dari tujuh bintang utara itu untukmu.

Hey … Lihat!
Apa?
Itu, di sebelah sana, mekar, semerbak
O… itu kembang harap
Kembang harap?
Ya, kembang harap. Mekar dan wanginya bertambah seiring dengan harap yang kuucap dalam doa. Kembang harap itu untukmu.

Hey … Lihat!
Apa?
Itu, di atas sana, di barat langit
O… itu lantunan senja
Lantunan senja?
Ya, lantunan senja. Kala senja tiba, langit akan menyanyikan nada terbaiknya menghasilkan lantunan senja, komposisinya terpatri di barat langit dengan semburat jingga nan elok. Lantunan senja itu untukmu.

Hey… Lihat!
Apa?
Itu, di sana, tinggi, menjulang
O… itu bukit rindu
Bukit rindu?
Ya, bukit rindu. Setiap rindu yang terbersit dalam hati, tumbuh menjadi bukit rindu. Bukit rindu ini untukmu.

Hey … Lihat!
Apa?
Itu, di sana, rintik, ritmis
O… itu gerimis bahagia
Gerimis bahagia?
Ya, gerimis bahagia. Saat tawamu berderai, gelakmu terurai, bahumu terguncang dan matamu mengecil, gerimis ini turun. Sengaja aku memilih sore hari. Setelah rintiknya usai, kau dapat mencium aroma tanah dan menghadirkan aku disana. Gerimis bahagia ini untukmu.

Hey… Lihat!
Apa?
Itu, di sana, berdua, bersisian
O… itu kita sayang
Kita?
Ya… kita. Berdua. Bersisian. Melangkah menuju rumah senja yang kita bangun. Rumah senja dengan awan kasih, satu dari tujuh bintang utara yang aku ambil, kembang harap, lantunan senja, bukit rindu dan gerimis bahagia. Kita. Berdua. Menuju rumah senja. Dan memelukmu dari belakang, mencuri harummu, mengagumi gelakmu, menikmati menit-menit yang kita habiskan bersama, mengecupmu di lengkung alis, kala jemari kita bertautan. Cepat sedikit sayang. Rumah senja itu tampak semakin jelas…

34 thoughts on “Hey … Lihat!

  1. Suatu ketika…
    Hey… Lihat!
    Apa?
    Itu, di sana, berhamburan, berlarian, bising tergelak terdengar
    O… itu anak-anak kita sayang
    Kok banyak amat ?
    Pan Kagak KB :lol:

  2. atta udah pengen merit ya … :-D Pasti krn minggu lalu abis ketemuan sama obin dan ayah bundanya. Ayyo tta, lamar lgs aja si abang … hehe

  3. Gue jadi inget lagunya Uci Bing Slamet jaman baheula tea, ‘ di bukit indah berbunga, kau mengajak aku kesana..’ hehe.. atta ngga tau kali ya, gue emang selera jadul :)

  4. ***Hey… Lihat!
    Apa?
    Itu, di sana, berdua, bersisian
    O… itu kita sayang
    Kita?
    Ya… kita. Berdua. Bersisian. Melangkah menuju rumah senja yang kita bangun. Rumah senja dengan awan kasih, satu dari tujuh bintang utara yang aku ambil, kembang harap, lantunan senja, bukit rindu dan gerimis bahagia. Kita. Berdua. Menuju rumah senja. Dan memelukmu dari belakang, mencuri harummu, mengagumi gelakmu, menikmati menit-menit yang kita habiskan bersama, mengecupmu di lengkung alis, kala jemari kita bertautan. Cepat sedikit sayang. Rumah senja itu tampak semakin jelas…***

    whaaaaaa…. romantis kaleeeee.. :-)

  5. ***Hey… Lihat!
    Apa?
    Itu, di sana, berdua, bersisian
    O… itu kita sayang
    Kita?
    Ya… kita. Berdua. Bersisian. Melangkah menuju rumah senja yang kita bangun. Rumah senja dengan awan kasih, satu dari tujuh bintang utara yang aku ambil, kembang harap, lantunan senja, bukit rindu dan gerimis bahagia. Kita. Berdua. Menuju rumah senja. Dan memelukmu dari belakang, mencuri harummu, mengagumi gelakmu, menikmati menit-menit yang kita habiskan bersama, mengecupmu di lengkung alis, kala jemari kita bertautan. Cepat sedikit sayang. Rumah senja itu tampak semakin jelas…***

    whaaaaaa…. romantis kaleeeee.. :-)

  6. Hey..Lihat!
    Apa?
    Itu…ada orang senyum-senyum sama kamu..
    agak ndut, matanya besar, idungnya agak pesek!
    O..itu si Luigi
    Luigi ?
    Ya, Luigi. Si idung pesek temanku yang lagi nyasar di Afrika itu. Dia ngga jadi pulang Oktober ini..ditunda jadi Desember, nanti ketemuan deh…

  7. Hey..Lihat!
    Apa?
    Itu disana, semburat pelangi berkilauan
    O… itu pelangi senja
    Pelangi senja?
    Ya, pelangi senja. Setiap rintik gerimis bahagia berkumpul untuk mandi matahari senja. Untuk memberikan arah kepada siapa yang melihatnya, bahwa dikakinya berkilaua sekumpul emas :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *