Beres-beres

meja

Dulu… di awal masa kerja, saya sempat tercengang melihat meja milik beberapa rekan kerja yang mirip kapal pecah. “Berantakan banget… apa ya bisa kerja dengan kertas-kertas yang menggunung, nggak ikut-ikut ah, mendingan menata meja kerja yang cantik”. Tapi, eng ing eng… meja kerja yang rapi jali hanya bertahan beberapa bulan saja, sesudahnya… meja kerja saya hampir menyerupai meja mereka.

Press release, koran, majalah, buku yang baru dibeli di pameran beberapa pekan lalu, oleh-oleh dari CommunicAsia 2004 (tidak semua booth memberikan panduan dalam bentuk CD, alhasil beragam brosur plus buletin sekarang menambah koleksi kertas-kertas yang bertumpuk di bawah meja), berbaur dengan aneka hasil cetak yang akan diramu menjadi tulisan.

Meski berantakan, ukuran meja kerja saya mungkin masih dalam batas wajar. Teman wartawan dari salah satu majalah di bilangan Proklamasi, Jakarta Pusat, pernah bertutur tentang rekan sekerjanya yang tertimpa buku-buku saat ia terlelap di bawah meja. Wah… kondisi meja kerja si wartawan yang biasa menulis topik berbau budaya itu pasti lebih “ajaib” ketimbang meja kerja saya.

Satu hal yang saya cermati, ternyata ketidakteraturan meja kerja saya ini berbanding lurus dengan masa-masa deadline. Saat tenggat pekerjaan semakin dekat, maka bertambah tinggilah kertas-kertas di atas meja. Meski berkali-kali menemui kesulitan mencari file, saya tidak pernah kapok, dan susunan meja kerja saya tetap saja amburadul :D

sudahbersih

Biasanya setelah deadline, saya sedikit punya waktu untuk beres-beres. Waktunya tak tentu, tergantung mood saja. Tapi harus disiapkan waktu khusus, saat tidak ada liputan tentunya.

Selalu ada hal menarik yang saya temukan saat beres-beres. Pagi ini secarik kertas spesifikasi ponsel baru yang sempat ditanyakan redaktur saya menjelang deadline kemarin muncul di tengah tumpukan kertas. “Uh… kemarin diobrak-abrik nggak ketemu-ketemu, sekarang deadline udah lewat, baru nongol,” sungut saya pada si kertas.

Saya juga menemukan kaset Cake-Big Opera yang beberapa minggu ini bersembunyi. Dan… O la la, ini dia gantungan kunci, oleh-oleh dari redaktur saya yang baru saja meliput acara di Shanghai. Gantungan kunci dengan ukiran bergambar Orient Pearl TV Tower yang sempat jatuh ke balik meja dan tak tahu rimbanya kini kembali ke hadapan saya lagi.

Senyum saya makin melebar saat melihat foto yang diambil saat peluncuran sebuah ponsel berkamera beberapa waktu lalu. Foto kami bertiga, saya dan dua orang wartawan lain. Lumayan nih untuk menambah semarak meja kerja. Jadi … meski belum ada frame, saya tetap kekeuh memasangnya di antara barisan pensil dan pulpen dalam gelas biru. Bersanding dengan vas berisi sepuluh kuntum bunga matahari.

Dan bisa kalian lihat kan, meja kerja saya sudah cantik kembali (sekitar empat atau lima hari ke depan bisa dipastikan, meja kerja ini sudah tidak beraturan lagi :D)

Dan pagi ini saya juga menemukannya disini. Dia yang datang dalam sepenggal kenangan yang berserak. “untuk kamu rasanya tak perlu beres-beres, meski kepingan hati saya dipenuhi kenangan dari lintasan hari, kamu tetap menempati sudut tersendiri dan saya bisa dengan mudah menemukanmu kapan saja… “

28 thoughts on “Beres-beres

  1. weleh keduluan ibu atta :D saya juga kepikiran pingin cerita soal meja kerja tapi ga jadi2 karna blum tau caranya masukin poto :p
    btw tinggal atta aja yang masih setia sama doneeh. gak niat hijrah bu?

  2. cuwit cuwit si dia masih ada disudut aja sih .. suruh ketengah Ta .. hihiihi ..

    met wiken ya .. wiken saatnya beres2 meja sapa tau nemu selembar 50ribuan kan asik tuuhh …. :D

  3. hahhahah…rupanya banyak “harta karun” dimeja kamu Ta….sama dah disini juga….gak pa pa meja di kantor asal jangan dirumah…amit2…ohhh..kalo aku disini..keliatan rapi dari luar…tapi kalo lacinya dibuka..hahahaha….kapal pecah seribu tahun…berdebu pula

  4. abueeeh.. boya sekali2 membereskan meja atuh, kan kalau sehari ada 20 lembar kertas yg terbang di meja, dalam sehari kan bisa contohnya 5 jam kerja. kalau untuk ambil kertas itu 1 menit untuk 1 kertas, itung aja.. lo cuman butuh 20 menit unk beresin.. hehehehe

  5. wah..ada deadline atau nggak mejaku tidak pernah rapi. tergantung mood. suka iri sekaligus malu sama kawan lab-ku yg cowok2 tapi mejanya selalu rapi jali :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *