Reriungan Kecil…

bareng1

Samuel, berkacamata, riang, tahu banyak soal pesawat, cerdas. Penuturannya tentang persiapan pernikahannya dengan Grace, istri tercintanya, yang harus bolak-balik Jakarta-Kuala Lumpur, menjadi topik yang amat sangat menarik untuk disimak.

Grace, istri Samuel, manis, berkacamata, malam itu wajah riangnya terlihat dalam temaramnya lampu, saat obrolan bergulir ke arah masakan Indonesia. Dan terlihat lebih riang lagi kala ia berbagi kisah mengenai pertemuannya dengan Samuel. Ada kasih yang menyelimuti mereka…

Yuliana, ramah, cerdas, satu-satunya peserta reriungan yang tidak berkacamata, lucu, saya suka ekspresi wajahnya saat ia berbicara, menyenangkan. Malam sebelum reriungan kami sempat mengobrol via telepon. Dan saya makin yakin, saya harus menyempatkan waktu untuk bertemu sahabat senja yang satu ini.

Voldi, suami Yuliana, sama seperti Samuel, Voldi juga tahu banyak soal pesawat. Senang mengumpulkan miniatur pesawat dan pernak-perniknya, termasuk membawa kamera ke bandara untuk mengambil beragam pose pesawat. Voldi juga punya gaya bercerita yang asyik.

bareng_02

Mestinya saya sudah kembali ke Jakarta Kamis pagi, setelah acara sarapan bersama dengan pucuk pimpinan perusahaan penyedia jaringan yang mengundang saya dan tiga jurnalis lainnya. Tapi, setelah mendapat lampu hijau dari redaktur dan tiket juga hotel yang dijadwal ulang, saya akhirnya masih bisa bertahan di Singapura hingga Jumat Malam.

Dan Kamis malam, di Clark Quay, satu meja di sudut dipenuhi gelak. Saya kembali bertatap muka dengan sahabat senja. Senang sekali bisa diterima dengan ramah. Sungguh satu sambutan yang hangat…

Obrolan bagai air mengalir. Beragam kisah lewat dan menghiasi makan malam kami. Mulai dari busway, nilai ujian nasional yang dikonversi, Plaza Semanggi, Plaza EX, bagaimana mereka bertemu, bagaimana mereka mempersiapkan pernikahan, kehidupan mereka di Singapura, rumah baru Voldi dan Yuliana, hingga teh botol dan sayur asam. Ah ya, tape… si tape juga sempat masuk ke dalam obrolan. Kondisi politik di Tanah Air yang kian hangat juga hadir dalam reriungan kecil itu.

Senang sekali bisa menghabiskan malam bersama mereka. Bertemu wajah-wajah ramah membuat kunjungan singkat saya ke negeri tetangga ini menjadi semakin berwarna. Hampir tengah malam saat mereka berdiri di dekat tempat pemberhentian taksi, menunggu saya hingga masuk ke dalam taksi, dan perlahan sosok keempatnya tampak samar dalam kerlap-kerlip lampu …

Terimakasih untuk Yuliana dan Voldi, juga Grace dan Samuel, mudah-mudahan kali kedua kita bertemu nanti, jumlah pesertanya sudah tidak ganjil lagi ya…. Dan giliran saya yang bercerita repotnya mengurus pernikahan :D

24 thoughts on “Reriungan Kecil…

  1. hmm.. *nelen ludah* baru baca akhirnya.. :P ahh seru ke s’pore.. ada oleh2 apa nih? pokoknya kalo udah mau crita repot ngurusin nikah bilang2.. hihihi…

  2. mudahan yah jeng, daku selalu mendoakan deh :P
    tapi daku gak mau jadi pager ayu ah, maunya jadi peserta ajah, doain jangan sampe tereliminasi yah *loh kok!!*
    =))

  3. denger2 lagi ada great spore sale nih .. atta belanja apa niihhh ?? hehehe .. wah seneng ya punya banyak temen blogger di mana2 .. ayo kapan liputan ke sini ? disediakan penginapan gratish lhooo … :D

  4. Gua lupa entah siapa yg bilang, tapi benar juga dia… lu ujung-ujungnya selalu ngomongin pacaran atau pernikahan :D

    walaupun tidak ada salahnya juga sebenarnya…

  5. Ta…ntar kalo butuh pager betis buat acara kawinan panggil gw ya?…banyak preman rawasari yang pada nganggur dan siap mensukseskan pernikahannya Atta :D

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *