Pamit…

Mata saya tertumbuk pada satu iklan di harian umum yang biasa menemani pagi jingga saya. Sebuah perhelatan yang menjadi ajang perkenalan teknologi baru. “Seru juga kalau bisa datang dan melihat langsung,” begitu pikir saya waktu itu. Dan angan si pemimpi ini melambung, tidak terlalu tinggi, hanya mereka-reka berapa kira-kira biaya yang dikeluarkan jika bepergian sendiri.

Ternyata jadi pemimpi itu menyenangkan. Selang beberapa minggu setelah itu, merpati putih yang membawa keajaiban datang, ia merubah bentuknya menjadi redaktur saya, berkacamata dan tersenyum. Menyerahkan sepucuk undangan dari sebuah penyedia infrastruktur komunikasi untuk melihat acara yang saya idam-idamkan.

Saya pamit. Tidak lama. Masih banyak yang ingin saya ceritakan pada kalian. Tentang Krakatau di akhir pekan lalu, permainan paint ball pertama saya (lengkap dengan seragam loreng dan senapan yang menyalak garang), berbagi mimpi-mimpi lainnya, juga kisah lima jam saya bersama Abang beberapa pekan lalu (iya.. kamu, yang di sudut, addduh… jangan tersenyum-senyum begitu dong :D).

Saya pamit. Banyak rindu untuk kalian. Titip rumah senja saya ya…. (tolong jangan lupa menyiram Krisan putih di kebun depan, saya baru menanamnya tiga hari yang lalu…). Sampai bertemu lagi, jaga diri kalian dan tetap jadi orang baik ya…

Salam

atta

ps : maaf belum membalas shout box dan komen. terima kasih juga untuk doa dan ucapan “semoga lekas sembuhnya”. batuk saya sudah berkurang. suara saya juga mulai kembali normal. sudah bisa tertawa dan berteriak kembali. sudah mulai meliput dan dilanda kebingungan karena deadline semakin dekat sementara saya belum membuat apa-apa. Oh iya, sekali lagi tolong…jangan lupa Krisannya yah :)

50 thoughts on “Pamit…

  1. pertamaaa…. !!!!
    yippiii, tumbenan nih ! :D

    tta, kamu pergi ?!
    beneran nggak bisa ikutan dong minggu ?

    btw, take care yah… selamat meliput !!
    do your best !
    *huuhuhuhu.. boleh titip bawain kamera tiwi gak dari sana ?*

  2. wah, atta ke communicasia s’pore. jadi iri. sudah lama juga saya idam-idamkan nonton ajang pamer teknologi besar-besaran seperti itu. banyak gadget baru dan canggih soale. bikin review yang banyak ya ta…

  3. hasyah sayang betul kita selisipan ya jeng kalo ndak bisa ketemuan di sana tuh… eiya, jangan lupa sekalian Singapore Great Sale tuh nek… ;)

  4. Seandainya Communicasia 2004 di Myanmar – tak susulin trus tak culik kamu, Ta ;)
    Mau tak bawa jalan-jalan nang Mandalay ;)

    Sukses ya – awas jangan ‘mata keranjang’ – baca messagenya Jeng Chrysalic : ono Singapore Great Sale ;)

  5. bu atta.. paspornya sudah siap.. dan tiket bisa diambil di bagian finace.. plus uang untuk perbekalan selama disana. perlu credit card kantor bu? in case di sana diperlukan? jangan lupa bawa antangin jrg.. takutnya ntar di sana masuk angin. ha ha ha.

  6. oleh-oleh….
    asik…
    oleh oleh….
    asik…
    oleh-oleh….
    asik…
    oleh oleh….
    asik…
    oleh-oleh….
    asik…
    oleh oleh….
    asik…
    oleh-oleh….
    asik…
    oleh oleh….
    asik…
    oleh-oleh….
    asik…
    oleh oleh….
    asik…
    oleh-oleh….
    asik…
    oleh oleh….
    asik…

  7. Ditunggu ceritanya Atta. Kakandaku hampir tiap tahun suka mimpi tuk hadir di acara ini tapi belum jadi kenyataan. Kasih tahu ya kalau sudah ada liputannya, biar dia bisa ikutan baca.
    Enjoy your time Ta.

  8. Pingback: Hairremoval
  9. Pingback: Steel Drums

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *