Akan Ada Ayah Mertua Yang Baik; Suatu Hari Nanti…

Laki-laki kecil itu berjalan, melintas di depan saya. Tangan kanannya menggenggam buku, cover depannya menarik, gambar-gambar besar penuh warna. Laki-laki kecil berhenti. Mendongak. Memandang wajah saya penuh keheranan (atau kekaguman :D). Saya memberinya senyum terbaik. Dia ganti tersenyum. Gigi-gigi kecilnya tersusun rapi. Ada bintang di matanya. Terang. Jernih.

Seorang ayah mendekat. Membelai laki-laki kecil. Tersenyum pada saya. Menggamit jemari laki-laki kecil. Berlalu dengan meninggalkan gelak yang tertangkap jelas di indera dengar. Dalam sekejap, hujan kasih turun dan membasahi sudut cerita anak di sebuah toko buku, siang itu…

Dan saya tertegun. Lagi-lagi perasaan itu muncul. Bukan sedih. Sebersit nyeri yang tidak lagi menyakitkan. Tempaan waktu bekerja membentengi hati untuk tetap kuat.

Malam 30 April saya berdoa. Mengucap syukur atas segala yang Tuhan beri. Atas karunia yang tak terhitung, atas orang-orang baik yang ada dalam jejaring pertemanan juga atas ayah yang abai pada hari jadi putri bungsunya.

Malam 30 April saya mencurahkan asa, melepas sebentuk permohonan, pada Pemilik Hidup, Maha Pengasih, Maha Penyayang…

Tuhan, tolong beri saya ayah mertua yang baik suatu hari nanti. yang pandai bercerita. yang hidup dengan selera humor yang tinggi. yang tak segan memberi usapan di kepala saya. yang mencintai saya seperti ia mencintai putranya, belahan jiwa saya. yang pandai memasak. yang gemar bercengkerama di latar rumah saat matahari mulai beristirahat. yang dengan binar matanya memandang saya lembut. yang mencintai buku dan mengundang saya untuk berkeliling di perpustakaan pribadinya, jendela dunia yang membuat saya betah berlama-lama. yang mencium kening saya saat kami, saya dan belahan jiwa saya, mengakhiri kunjungan akhir pekan kami di kediaman mereka yang nyaman dan sejuk.

Saya tahu Tuhan pasti tersenyum. “Detail sekali permintaan hamba yang satu ini”.

Semoga akan ada ayah mertua yang baik; suatu hari nanti. Dan saya akan berbisik pelan padanya. mencium punggung tangannya. mengucapkan terima kasih yang sangat karena telah memberi pendidikan yang cukup pada putranya, belahan jiwa saya. telah mewariskan kebijakan dan kesabaran. membesarkannya penuh cinta. membalurinya dengan budi pekerti. terima kasih yang sangat karena telah tertawa bahagia dengan titik bening di sudut mata, saat saya menjadi bagian dari keluarga mereka.

Saya belum berpikir untuk menikah. tapi memiliki mimpi akan ada ayah mertua yang baik satu hari nanti memberi corak lain pada 30 April yang lalu. Meski ibu saya adalah karunia terbesar dalam hidup, saya sangat tidak berkeberatan jika Tuhan menghadirkan satu ibu yang baik lagi dalam kehidupan saya nantinya.

43 thoughts on “Akan Ada Ayah Mertua Yang Baik; Suatu Hari Nanti…

  1. ataaaaa…selamat ulang tahun! eh mungkin gak ya kita punya papah mertua tapi gak punya suami? hehehehe…
    ta, e-mail lo dong! buat friendster neeehhh!!!

  2. yaahh tta…
    anaknya papaku, perempuan semua tta :D

    aamiinnn ya Allah, yakin tta. kalo’ sungguh-sungguh mintanya, pasti dikasih !! *sepasang mertua baik dong !*

  3. selamat hari jadi, sesuatu yang terlupakan bukan berarti tidak sayang kan?

    semoga seorang mertua yang baik akan menjadi kenyataan, bukan hanya itu… tetapi juga suami dan keluarga yang baik tentunya….

  4. selamat ulang tahun, atta ..
    duhh, doanya bener2 menyentuh. aku juga udah kehilangan ayah, tta. alhamdulillah, kenanganku cukup baik dengan beliau.
    dan doa kamu juga menjadi doa yg biasa aku panjatkan .. mohon diberi ayah mertua yg baik, supaya ntar aku py pengganti ayah, dan anakku kelak py kakek .. :-)

  5. Kurang dari 2 tahun doang Bokin ngerasain punya Ayah mertua setelah sekian lama menjadi yatim sejak kelas 2 atau 3 SD…*hey kok malah curhat seeh
    Namun amat sangat berkesan buatnya…

    BTW, do’anya di amini……dan ngga dapat yang Br3ewok-an *hihihi

  6. hepi bersdei atta .. ayo makan nasi kuning dulu . udah dimasakin niih … :D

    semoga panjang umur, sehat selalu, tambah sukses dan dapet bapak mertua yg baik hati .. hihhihi !! *ko doanya bapak mertua ya bukan calon suami*

  7. hehe…menyambung si enda, jangan khawatir, bapak mertua itu biasanya baik kok sama mantu cewe. Lah kalo ibu mertua itu baru biasanya galak khekkehe…

    jadi kesimpulannya, doanya kudu ditambahi : “…dan janganlah berikan aku ibu mertua yg galak”

    :)

  8. semoga cita2nya punya bapak mertua yang baik tercapai. saya sih lebih pengen punya ibu mertua yang baik (kalo dapet sepasang lebih baik lagi hehehe) btw, salam kenal!

  9. hehehe, kl biasanya kita pasang syarat buat calon pendamping, ternyata ada juga yg pasang syarat buat calon ayah mertua. smg kesampean ya ta :)

  10. atta … atta. kamu selalu punya cara tersendiri dalam mengungkapkan sesuatu. Yakinlah! Tuhan pun punya cara tersendiri untuk menghadiahkan yang terbaik buatmu … dan, pasti yang terbaik! karena kamu selalu menyuguhkan segalanya dalam sajian terbaik.

  11. Amin, amin… ya neng :)

    Segala sesuatu dimulai dari mimpi dulu, dari situ bisa mulai usaha untuk ngeraihnya (kutipan favorit dr ibu mertua gue, ;) )

  12. Wah..kalo gituh aku cocok jadi Bapak mertuamu Ta! Iya deh, ntar kalo kamu jadian sama anakku. ntar tak kasih dongeng sebelum bobok. Udah sana cuci kaki dulu sebelum tidur, trus diminum susunya yak nak :D

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *