Pagi 5 April…

“Dek, Ma’e nyoblos apa nih”
terserah Ma’e donk
“Adduh, kok jadi bingung gini”
gak papa, ntar dipikir lagi kalo udah deket TPS

Pertanyaan Ma’e membuat saya tersenyum. Semalam, ibu saya tercinta ini sudah dengan mantapnya mengukir nama satu partai dalam benaknya. Tapi, pagi 5 April tadi, kebimbangan sempat juga mampir di hatinya.

Pagi, 5 April tadi, suasana TPS menjadi lebih dari sekedar tempat menuangkan aspirasi politik, tapi juga wadah berkumpul, terutama untuk saya yang jarang bertemu dengan tetangga sekitar. Si Eno, gadis 4 tahun yang lucu dekat rumah sudah semakin besar, anak kost di rumah pak Haji juga semakin keren-keren atau sahabat dari masa kecil saya yang duduk manis menjadi Panwaslu.

Pagi, 5 April tadi juga merebak keceriaan. Pesta demokrasi, perhelatan besar yang terbilang menganut style baru ini tak ayal berujung pada kelucuan disana-sini. Nyai yang tidak sanggup melipat kertas, yang bukan besar; tapi besar banget, tangan Nyai terangkat keatas, memanggil petugas. “Udeh ah, kagak bise, repot, ngerjain orang tue aje nih,” tawa pun berderai. Atau Pak Dadang yang ingin meralat pilihannya. “Abis di depan tadi, susah banget nyari mukanya, waduh salah nusuk deh”.

Di pagi, 5 April tadi juga terjadi kegemparan di rumah. Mas Andi, kakak semata wayang saya yang memang gemar sekali tidur, tetap tidak terbangun dari mimpinya hingga pukul 11 siang. Ma’e dengan segenap tenaga membangunkannya. “Mas….bangun dong, jadi warga negara yang baik, kalau nggak bangun ntar dipanggil pak RT lho,”

Kata “warga negara yang baik” dan embel-embel pak RT yang dibawanya sontak membuat saya terbahak-bahak. Dengan pelan saya ingatkan, Golput pun pilihan yang harus dihargai. “Tadi malam, Mas Andi udah tukar pikiran sama Ma’e soal partai yang mau dicoblos, berarti pagi ini dia mestinya ke TPS juga kan?”. Tahulah saya, tadi malam terjadi diskusi kecil, minus saya tentunya, di rumah soal pilihan dukungan mereka.

Pagi, 5 April yang baru saja berlalu. Dengan satu jari yang tertandai saya meninggalkan TPS, bersama Ma’e yang akhirnya kembali mantap pada kata hatinya, selain jujur, kata Ma’e pilihannya ini juga tidak neko-neko, cenderung tenang dalam bertindak. Alasan lain? “Abis mukanya mirip bapakmu”. Ah… satu romantisme masa lalu yang tetap saja berbekas….

Beranjak dari TPS senada dengan menaruh sejumput asa saya akan kecerahan nasib negeri ini, melepas sebongkah harap semoga yang terbaik yang akan datang untuk Ibu Pertiwi, berharap awan mendung tidak lagi memayungi negeri tempat saya tumbuh dan bergerak. Semoga…

ps: Setengah mengantuk Mas Andi akhinya bangun dan pergi ke TPS juga. Sampai di rumah, ia malah membawa pisang rebus. “Siapa yang ngasih, jangan sampai terjadi politik pisang nih,” Ma’e setengah menyelidik berkata sambil menatap si pisang rebus.

27 thoughts on “Pagi 5 April…

  1. hmmm jarang2 jadi komentator pertama nih. as usual atta score guys :D well, ‘ta … di sini nyoblos dikirim pake pos, nggak ada bilik2an, nggak ada lirik2an temen sekampung. kirim balik jangan yah?

  2. pagi 5 april….
    ada yg lebih spesial di kamarku tta !! ;;)

    tapi ma’e-mu sama sama mama-ku…
    *gubrak-gubrak orang se-rumah* pada mau milih gak sih inih !! kesiangan tutup tps, dimarahin si doel nanti… :))
    gawat…

  3. Tentang Seorang yang Berjalan
    ke Tempat Pemungutan Suara
    (Catatan 5 April 2004)

    “Tuhan, berikanlah suara-Mu kepadaku.” — Goenawan Mohamad

    /1/

    Dia mengingat-ingat lagi nama itu.
    Sambil terus berkeras melupakan
    nama sendiri. Namanya sendiri.

    “Aku muara yang tak pernah diberi nama,
    tempat singgah dan lalu semua perahu
    ke segala tuju, ke semua tipu.
    Hanya sementara, sebelum pasang
    datang mengapungkan kecewa,”
    ujarnya semakin dekat dengan
    tempat pemungutan suara.

    /2/

    Dia terus mengingat lagi nama itu.
    Nama yang diingatnya dengan koma,
    lalu disebutnya juga nama sendiri dalam
    tanda kurung dan sebaris titik yang panjang,
    tanpa tanda tanya. Selalu saja,
    ada kecewa itu setelah titik dua.

    “Adakah tanda baca lain? Yang tidak
    berwarna, yang tak ada dalam gambar,
    yang bisa diingatnya tanpa mengenang
    putus asa yang dulu kerap terbaca,”
    ujarnya sambil terus berjalan ke
    tempat pemungutan suara.

    /3/

    Dia terus berjalan ke tempat
    pemungutan suara. Pagi. Matahari.
    Tanggal tanggung. Iklan kampanye,
    disapanya bayang-bayang sendiri,
    “Siapa namamu, Saudara?” dan dia
    semakin meragukan nama-nama
    yang meminta diingat. Nama
    yang kerap disebut-sebut sendiri
    oleh pemiliknya. Nama mereka yang
    mengaku kelak bisa menghapus atau
    memberi garis bawah pada namanya
    sendiri. Nama yang…

    “Ah, padahal aku sudah lama
    seperti kau, Bayang-bayangku,
    sudah lama tak lagi peduli
    pada nama kita sendiri,”
    ujarnya sambil terus berjalan
    ke tempat pemungutan suara.

    April 2004

  4. ya, kemarin itu jadi hari yang cukup menyenangkan buat sekeluarga. dari pagi udah diributin ama nyokap bokap, “ayo cepetan pada nyoblos sana!” (mereka berdua semangat banget, heran gue :p). terus akhirnya pergi ke tps, ajak obin, abis itu makan eskrim di taman, dan terus ngebakso deh :p

  5. jam 8.30, sayah masih ngeringkuk di kamar, menikmati dinginnya ac :D
    jam 9.30, baru brangkat ke tps, hrs muter2 keluar masuk gang2 gara2 jalan2 ditutup buat tps…
    tps tempat saya nyoblos jaraknya 500m dr rmh, pdhl 10 langkah dr rmh jg ada tps :P
    pulangnya, klingking jadi item :P :P

  6. saya juga nyoblosnya lewat pos, kalau mau ke tps-nya kejauhan di luar kota musti naek ferry dulu.

    *membaca puisi ‘seseorang’*

    salahkah saya bila pesimis terhadap hasil pemilu ini?

    *sigh*

  7. *liat kelingking*.. kelingking saya masih bersih mbak.. kemaren saya tidak ikut berpesta… :D

    tapi.. semoga pilihan orang2 gak salah lagi.. ya gak ?.. :)

    tidak punya pilihanpun adalah sebuah pilihan.. ya gak ?

  8. saya nyoblosnya niat. Tapi abis nyoblos, baru sadar kl tadi lupa milih lambang partainya. Hehe, sama juga bodong. mendingan tidur di rumah dari awal kali ya?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *