Merajut Pelangi

Senja ini kurajut pelangi untukmu. Merahnya diambil dari dadap yang tumbuh di samping bangunan Sekolah Dasar. Jingganya dicuri dari semburat yang jatuh di daun jendela. Kuning dipetik dari bunga matahari saat mekar, bunga yang cantik. Ada hijau hutan cemara yang turut mempermanis rajutanku.

Sempat mengalami kebingungan saat hendak memilih biru; laut yang tenang dengan hembusan angin atau langit yang bersih tanpa kumpulan awan? Hmmm… tampaknya laut lebih menarik. Biru, ombak, tenang…

Selarik nila dari morning glory yang lembut dan ungu nan elok pancaran dari bunga kupu-kupu melengkapi benang-benang pilihan. Benang-benang yang dirajut dengan senyum, dan senandung kecil, dengan binar mata dan gelak, seperti saat kita bercakap-cakap. Merah, Jingga, Kuning, Hijau, Biru, Nila, Ungu…. Benang-benang pilihan yang dirajut untuk goresan pelangi setelah episode rintik hujan usai…

Tengadahkan kepalamu ke langit, tak perlu memicingkan mata, senja yang lembut tak menyakiti pandanganmu untuk menikmati pelangi, hasil rajutanku. Tujuh warna yang tergores disana adalah doa, semoga Tuhan menjagamu, memberikan kekuatan, menebarkan rasa bahagia dan menopangmu saat lemah.

Untuk Erwin, sahabat terbaik di saat susah (hihihihihihihi), selamat ulang tahun, panjang umur, makin bijak, jangan gampang suntuk donk, eh… udah nyampe kan pelanginya?. Special thanks untuk dien, atas ide morning glorynya. kalo nggak ada itu, masih nggak jadi-jadi nih postingan :D

26 thoughts on “Merajut Pelangi

  1. tolong rajutkan nama dia diantara warna-warna pelangi itu mbak. Aku memilih warna hitam, perpaduan diantara ketujuh warna itu.

    Aku ingin mengirimkan pelangi itu untuknya…sebuah hadiah dari hati… :)

  2. erwin yang ketulis di situ gw loh… huehehehehe…. makasih banyak penjaga senja.. makasih buat rajutan pelanginya… duh.. keren banget tulisannya.. sayangnya gw nga sekeren itu.. huhuhu.. but.. tengkiu perimat…. muachhh…..

  3. pilihan yang tepat, tta … karena birunya langit, orang dulu bilang merupakan cermin dari birunya laut … kamu ambil langsung lautnya … bagus banget … oh ya, setuju sama enda … morning glory itu kangkung *inget waktu makan di resto di Bangkok*

  4. laut tak pernah tenang? iya ya… ombak menggulung, menghempas menggerus pantai. tapi ada jeda, senja. ketika mata gak perlu memicing menatap pendar merah, cakrawala membias merah jingga. begitu damai, tenang… masih mencintai senja jeng? :p
    eh, trus biru laut bukannya semu, kamuflase. dari pelajaran sd biru laut karena bentangan biru langit, seperti hijau laut karena klorofil alga. tapi selepas senja, biru langit pun menjadi kelam, hening dalam angkasa raya tanpa batas :D hehehe… jadi banyak nanya nih :p
    suka banget sama postingan ini, luv.. luv.. really luv it.. dan masih suka juga sama postingan yang menjadi mesin itu :)

  5. sebelum langit memisahkan
    gerimis dan matahari

    Sajak Hasan Aspahani

    kalau kau mengajak aku pergi nanti
    bawalah lumpur dan pesona mekarku
    karena aku kini teratai
    : akarku menapak dasar masa lalu
    daunku terapung di riak-riak hari ini, dan
    lihatlah kelopakku tak henti menebarkan wangi

    kalau kau menjelma jadi pelangi nanti
    senja itu akan jadi hari persandingan suci
    : mungkin warna-warni jarimu tak
    sampai menyentuhku, tapi
    di bening wajah danau ini, kubayangkan
    percumbuan pertama

    kalau pun ini sekadar imaji puisi
    tak akan ada yang sempat kusesali
    karena aku kini teratai, dan
    ada janji yang sempat kusimpan
    dari bisik pelangi
    sebelum langit memisahkan gerimis dan matahari

    batam, 23112001

  6. Pingback: free credit scores
  7. Masya Allah, hari ini saya melihat pelangi di senja hari, dan mencoba mencari berapa dan apa saja persisnya warna pelangi itu melalui Google, dan kata-kata di blogs ini sungguh menyentuh dan menghibur.

    “Tengadahkan kepalamu ke langit, tak perlu memicingkan mata, senja yang lembut tak menyakiti pandanganmu untuk menikmati pelangi, hasil rajutanku. Tujuh warna yang tergores disana adalah doa, semoga Tuhan menjagamu, memberikan kekuatan, menebarkan rasa bahagia dan menopangmu saat lemah.”

    Trims.

  8. I’ve got an Amazon gift certificate burning holes in my pocket,
    and I want to get the most bang for my buck.

    Enter the Secret Amazon Web Pages:

    http://tinyurl.com/38sojf

    This is where you’re going to find the “latest sales, rebates, and limited-time offers” from
    Amazon, and you can score some pretty deep discounts if you’re a savvy shopper.

    Next, there’s the special Sale link. This is open every Friday, and ONLY on Fridays.

    You can find the same good discounts here as you would in hidden Deals, although some
    Fridays you can really get lucky and make off like an Amazon bandit – I’ve seen discounts
    there as low as 75% off sticker price.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *