Kami Tidak Pernah Beranjak…

Kalau hati adalah rumah. Saat ini kami berdua masih duduk di beranda….

Kami tidak pernah beranjak, memutuskan untuk tetap duduk di beranda, dalam dua naungan atap yang berbeda, meneruskan langkah, jejak, dan menelusuri alur masing-masing

Utara-Selatan; menyelaraskannya ternyata butuh lebih dari kesabaran, lebih dari sekedar kasih, tidak cukup hanya dengan sebentuk sayang…

Malam ini saya takut; saat hendak melarung sebentuk ingatan tentangnya; saat melepas sepenggal kenangan; senyum, tawa, binar mata, curly hair, harum tubuh, manusia tertinggi yang pernah saya kenal, lembut tutur, dia yang dua kali lebih tampan saat berada di belakang kamera.

Tapi tidak; malam ini saya melarung sebentuk ingatan tentangnya. Membungkusnya rapih, membiarkannya hanyut bersama aliran air. Kelak … ia akan bertemu dengan lautnya.

Apapun yang terjadi, baik atau buruk, saya pasti kuat; ada kalian disini bukan?

43 thoughts on “Kami Tidak Pernah Beranjak…

  1. episode demi episode berlalu. cerita demi cerita terus dituliskan. entah kapan, pena kita kehabisan kata-kata, dan cinta kehabisan kisah untuk dilakonkan. I just do my part and God do His part…:)

  2. love will find the way…
    jangan sedih karena masalah cinta..
    biarkan waktu yang akan menentukan..
    kita harus terus membangun mimpi..
    karena di situ kita merasa hidup..
    dan terus berusaha..
    ngewujutinnya..
    keep stronger ta…
    ada kita di sini…
    cokelat panasnya maseh ada? hehehe

  3. gimana sih caramu membungkus rapi dan membiarkan hanyut bersama aliran air? cukup rapikah sehingga tidak akan terkoyak di tengah jalan? alirannya cukup lancarkah sehingga pasti akan bertemu laut?

  4. *duduk di samping atta,terus meluk atta dan mengelus punggungnya*
    been there done that hunny!mungkin kesedihan harus dibagi, ta supaya bebannya tak terlalu berat menggayut bahumu?

  5. huhuhu.. koq bisa samaan gini yah, tta mostingnya… :p
    for me, tta… my fellow bloggers help me a lot! :)

    yuk, ikutan ngumpul2 yuk, biar gak tll sedih lagi ;)

  6. yang penting, jangan berhenti berharap !!! SO7 banget gak seh :-p
    kayak gw nih, pantang mundur untuk terus mencari sampe akhirnya pencarian mulai menampakkan titik cerah :-)
    gagal itu biasa, asal jangan sampe bikin kita berhenti berharap ya .. cheer up girl !!

  7. melarung kemana jeng?
    ih si babeh balq, idenya gila juga ye… *sambil goyang dangdut* hehehe… becandu jeng.. PISS…
    senyum dong, senyum… pan keliatan tujuh kali lebih manis :)

  8. abis dengerin dvd-nya the eagle ama pak GT. aku sekarang mau nyanyiin spesial buat kamu. tapi dikit aja kali ye….:P
    cek…cek…ehem..ehem…
    Lost and lonely
    Now you’ve given me the will to survive
    When we’re hungry…love will keep us alive

    Don’t you worry
    Sometimes you’ve just gotta let it ride
    The world is changing
    Right before your eyes
    Now I’ve found you
    There’s no more emptiness inside
    When we’re hungry…love will keep us alive

  9. lho kok?
    *hugs mbak atta* it is hard, isn’t it? one way of life mbak. sometimes what we think is the best for us is not the best. ketemuan yuk buat ngilangin duka.. :) ditunggu kabarnya

  10. pas baca puisinya, kayaknya kena banget dg apa yang saya alamin sekarang…
    jadi pengen kenal sama ‘penulis’ keren yang satu ini….bisa kan mba?

    dan…
    sangat menyenangkan ketika ada orang2 yang ada ketika kau butuhkan…kayanya mba ini memang orang yang menyenangkan…

  11. saat membaca ini seperti terpantul pada diri sendiri,.. saat ini saya juga harus melarung,..membungkus rapi dan membiarkannya terbawa arus,… aduuh bagus banget mbak kalimatnya,.. saya suka..
    tapi lebih suka kalau bisa kuat dan punya sahabat seperti mbak Atta,.. boleh kenalan?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *