Cepet Sembuh Ya…

Mohon bantu doa untuk kelancaran operasi tulang belakang Retno yang kedua. Operasi hari ini tanggal 7 jam 5 sore di Rumah Sakit Mitra Kemayoran. Terima Kasih. ; sebuah pesan pendek yang masuk ke ponsel saya pagi kemarin…

Saya menemuinya sore itu. Retno atau yang kerap disapa de terbaring. Badannya tampak lebih kurus. Tapi senyum tak pernah lebas dari bibirnya. Senyum? bukan, ada lebih dari senyum, menjelang senja di Ruang 201, ia tertawa, bercerita; tentang blog, Rafa-buah hatinya, rencana keberangkatan Mas Teguh-suaminya ke Jerman bulan depan, tentang dokter yang akan menangani operasinya, tentang penyakitnya…

Nada bicaranya masih sama; cepat dan sedikit bersemangat. Wajah ekspresifnya juga tak berubah seperti saat saya secara tak sengaja bertemu dengan perempuan kelahiran 20 April ini di sebuah acara operator seluler beberapa bulan silam. Saat seraut wajah manis berkerudung melemparkan senyum dan memandangi wajah saya dengan ramah. Ia mendekat dan… “Atta, atta negeri senja kan?”.

Kami belum pernah bertemu sebelumnya, tapi aktifitas saling menyambangi rumah senja di dunia virtual sudah terjalin cukup lama. Ia mengenali saya di tengah keramaian kafe; di antara membaurnya wartawan dan rekan-rekan dari operator seluler, tempat de pernah bekerja.

Siang kemarin; setelah liputan di sebuah gedung jangkung di bilangan Sudirman. Saya menjemput Pey, pemilik rumah senja yang bermukim di Bandung ini kebetulan tengah berada di Jakarta. Berdua kami menjenguk de. Ini kali pertama saya bertemu Pey. Tak bisa menemui de secara bersamaan; jam besuk di Rumah Sakit Mitra Kemayoran terbilang ketat. Saya dan Pey masuk ke Ruang 201 secara bergantian.

Senjapun tiba; langit sore memerah, semburat jingga terlukis di barat langit. Saya pandangi wajah de, berjalan di samping ranjang yang didorong menuju kamar operasi. Berusaha menahan haru dalam dada; mencegah butiran bening mengalir di ujung kelopak mata. Kenapa menangis? Yang dia butuhkan saat ini adalah doa. Dan lihatlah; tidak sedikitpun terlihat gundah di wajahnya. Meski terbaring dengan lemas; dia tetap tersenyum. Dalam diam; saya mohonkan kesembuhan untuknya…

Saya agak kesulitan menjawab waktu ibu kandung de melempar pertanyaan pada saya; “Mbak ini teman apanya Retno?”. Wajah saya pasti masih asing, bukan teman kuliah, bukan teman bekerja, tapi cukup mengerti tentang Rafa, kepindahan de ke rumah kontrakan yang baru dan hal-hal kecil seputar kehidupannya. Saya hanya tersenyum. Semestinya saya menjawab; saya mengenal putri ibu yang baik hati dan cerdas dan mas gondrong di samping saya ini lewat rumah senja mereka. Saat sulur kata-kata merambat… membentuk sebuah kekerabatan, bergerak menjalin jejaring pertemanan.

31 thoughts on “Cepet Sembuh Ya…

  1. belum prnah mengunjungi rumah senja de, nanti coba aku kunjungi.
    semoga operasinya berjalan lancar, dan de lekas pulih kembali.
    salam kenal buat de ya, tta :-)

  2. ah … rumah senja … dan gue masih kagum dengan caranya yang ajaib menyatukan banyak hati di sana … salam buat de yah, tta kalo atta besuk kesana lagi …

  3. wak .. udah nulis panjang, lupa isi email .. hiks .. hiks .. coba email required nya di off keun aja .. :D

    de dioperasi lagi ya !? salam buat de ya Ta .. moga2 cepet sembuh .. ketemu pepey juga nih .. ? kayanya senin sylvie di jkt tuh Ta .. ayo ketemuan dong kalian .. hahaha .. kan seru tuh .. pengen denger ceritanya soalnya … plus foto2 nya .. hihihi .. !!

  4. Gue pernah baca ttg de yg mau dioperasi beberapa bulan lalu. Kali ini ada terusan lagi ya? Duh, semoga lancar2 aja semuanya ya ta..

    Loe emang blog-friend yang baik :)
    Kalo gue biasanya bilang ama nyokap ‘kenal dari internet’ hehehe

  5. pasti si de senyum terus krn seneng, masih ada temen kyk kamu, tta.. yg walopun bingung mo jawab pertanyaan ibunya kamu temen dari mana, tapi masih nyempetin jenguk…. :)

    moga2 operasinya lancar.. :)

  6. Pingback: fico score

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *