Miss Panic

Atta? Dia dulu teman kuliahku. Sayang setelah kerja kita jadi sibuk sendiri2. Tapi bagaimanapun juga dia tetep teman yang baik. Dia cewek yang tegar dan suka bekerja keras,tapi dulu dia gampang panik.Semoga sekarang nggak lagi hehe bisa bahaya.Thanks ya Atta dah bantuin aku untuk satu urusan waktu masa akhir-akhir skripsi dulu.(kamu dah tau ga usah disebut ya!) Jangan terlau sibuk ya! ++++ satu hal JANGAN LUPA SHOLAT !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Tawa saya berderai. Kalimat yang diakhiri dengan puluhan tanda seru ini datang dari teman seperjuangan saat kuliah dulu. Irwan, teman saya di Kine Klub-organisasi film di kampus, satu angkatan, juga teman jalan. Membaca testimoninya di friendster seperti menyajikan kembali satu masa dengan corak pelangi di dalamnya. Potongan-potongan adegan, layaknya jalinan film tanpa suara, melintas lewat di depan mata. Kami, muda, bersemangat, rapat, nonton di kampus hingga larut, produksi, shooting, editing, video clip, film, film lagi, bioskop Singosaren, Solo. Potongan-potongan adegan yang memperkaya batin saya.

Cukup lama saya bergaul dengan laki-laki humoris asal Ngawi ini. Cukup waktu baginya untuk melihat bagaimana seorang Atta menyikapi setiap hal. Cukup banyak kesempatan, dia menyaksikan saya, berdiri mondar mandir, saat persiapan pemutaran film tak kunjung kelar. Saat saya kerap kesulitan berpikir dengan tenang dan terburu-buru mengambil kesempatan yang terkadang justru membuat rencana makin runyam. Saat saya, si ketua organisasi, tak bisa lagi memimpin rapat dan mengendalikan suasana. Atau saat saya menempelkan permohonan maaf di sekretariat dan berjanji untuk mengurangi rasa panik…

Dan julukan itu akhirnya melekat. Entah siapa yang memulainya. Atta si Miss Panic. Saya sendiri menyadarinya. Susah sekali untuk tidak panik dalam keadaan yang menghimpit. Saya bercumbu dengan kepanikan, menjadikan rasa panik laksana karib dan kebingungan melepaskannya, atau sekedar membuatnya sedikit menjauh.

Tak nyaman betul rasanya mengerjakan sesuatu dengan degup jantung yang makin kencang. Jadi harus dicari cara agar si panik tak lagi mendekat sedikit demi sedikit. Panik sama artinya dengan jalan buntu. Saat ini, setelah bekerja, kala panik menyerang, berjalanlah saya ke sudut kastil, perpustakaan, atau mendengarkan musik, pergi ke jendela dan memandang awan, melongok rumah senja kalian, menarik nafas, menata urutan langkah selanjutnya. Saya tetap mencoba mencari formula agar si panik terbang sejauh mungkin.

Tapi, namanya juga baru belajar, sekarang (lagi-lagi) saya mulai sedikit panik. Virus yang menyerang jaringan di kantor melenyapkan foto-foto yang sempat saya bidik untuk stok rubrik figur. Alhasil saya mesti mencari nara sumber lain dengan waktu yang terbatas, sebelum deadline.

Dan lihatlah, si rasa panik itu mulai tersenyum, bersiap menyapa saya di depan kubus. Celaka….. Aduh!!!!!!!!!!!!!!! (dengan lima belas tanda seru)

37 thoughts on “Miss Panic

  1. atta curaaaang !! tiwi baru mau nulis ttg testimoni temen sd di friendster juga !!
    :(( kok keduluan siiihh !!

    tapi di komen ini aku nomor. 1 !! yippi…

  2. kenapa setiap kali posting nggak kelihatan paniknya, semua tertulis dengan benar dan indah.

    PS: cara mengatasi panik adalah mendengarkan lagu don’t panic dari coldplay “we live in beautiful world”

    btw , studio singosaren sekarang ada tiga theater lho, meskipun filmnya selalu telat.

  3. bahagianya aku yang pernah liat atta panik setengah mampus :))
    tapi ta, kalo ngeliat kamu panik, suntuk atau BT karena kerjaan bisa langsung ilang loh :))
    i love you deh :*

  4. ada seorang teman yang pernah berkomentar terkagum-kagum dengan ketenangan gue, bahkan di saat gawat sekalipun. Tapi gue justru curiga dengan ketenangan gue itu, jangan2 respon otak gue terlalu lambat ya…

  5. wa bisa dibayangkan jika tadapat press release kenaikan harga tilpun pasti lari tunggang langgang macam kebakaran jenggot. persiapan yang baik ialah artikel historis biar lebih KEUKEUH dalam menanyakan angka ya. hei mengapa profitnya turun empat kali lipat padahal salesnya naik dua koma tuju tiga enam delapan satu kali kira kira seperti itu. hmmm yayaya baik baik baik

  6. *mbayangin wkt atta panik gara2 gak bawa baju olahraga pas pelajarannya pak bachtiar :P*

    atta… minggu kemaren gue ketemu rini ratih, dia minta bantuin klo mo bikin reuni… :)

  7. ta, kalau ketemu konselor yang bisa nyembuhin ‘penyakit’ itu. kasih tahu aku ya? *atta curang, masak field emailnya fardhu ‘ain? emailmu apa?*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *