Pusaran Waktu….

Jakarta, Pertengahan Desember 2003, 16.00 WIB

Aku berkerudung putih, memangku kitab suci, duduk dan menjadi bagian dari lingkaran kecil. Sore itu, genap tujuh bulan kandungan Yeni.

Tiba waktuku, melantunkan penggalan surat Yusuf dengan tenang, jalinan doa agar bayi yang dikandung Yeni lahir dengan selamat. Tak jauh dari tempatku, calon ibu muda yang cantik itu berkali-kali menyeka sudut mata.

Pusaran waktu… hari berganti minggu, bulan, tahun…

Rasanya baru kemarin kami melewati masa kecil, tumbuh dan berkembang bersama, berbagi pijar bahagia, menguntai manik-manik perkawanan…

Masih terbayang, menempuh perjalanan Solo-Jakarta, dalam balutan kebaya putih, menahan haru (akad nikah, apalagi kerabat dekat, selalu bertabur airmata bahagia), menerima bisikan dari sahabat tercinta; aku duluan ya Ta, doain kami baik-baik, jaga diri, jangan larut, kelak aku yang datang di akadmu…

dan di Februari nanti, putra pertama, tumpuan kasih dan asa, buah pernikahan Yeni dengan seorang pekerja di sebuah biro iklan akan hadir.

Pusaran waktu … hari berganti minggu, bulan, tahun…

Cepat sekali waktu berlalu… meninggalkan bekas, jejak, tapak, tersimpan dalam kubus memori. Persahabatan dengan Yeni berdiam di salah satu ruang dalam kubus.

Selebihnya, dalam pusaran waktu bersemi kisah lainnya, tahun-tahun yang lewat, ada dan tiada, tawa dan tangis, perjalanan penuh selaksa makna…

Pusaran waktu … hari berganti minggu, bulan, tahun… Penuh harap semoga kisah yang akan di jelang lebih baik untuk aku, kamu, dunia, untuk semua…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *