Plesiran Tempo Doeloe…

Saya, shanty, passer baroe, gedung kesenian Jakarta alias Stadschouwburg, rumah Tio Tek Hong, roti buaya, cowok keren arah jam satu *ngakak Mode ON*, Andra-guide kami yang smart meski terkadang dibumbui dengan “Wah kalau yang itu saya mesti riset dulu nih, kelompok 1 yang kritis… “terus jembatan penyebrangan ini dibangun tahun berapa?”, stasiun Juanda, Jalan Pos, Ondel-ondel

eh… Ochan, duh mesti kerja ya? sementara kita berputar-putar menyusuri jejak, sahabat senja yang satu ini justru bekerja keras membanting tulang. “Asli tambah gendut !” gurat kecerdasan tak pernah pudar dari wajahmu. mmm… kaos biru Soe Hok Gie-nya keren. kamu juga keren. hahahaha. aku juga keren kan?

bajaj tak terlupakan, kurnia dan doddy, dua teman baru yang mengundang decak kagum. “Bener nih kita nggak pernah ketemu sebelumnya, rasanya seperti sahabat dari masa lalu”, harmoni, bus way dan berakhir di Komdak.

saya memendam rindu pada rumah senja kalian. tapi deadline ternyata masih mencintai dan merengkuh saya erat. setelah ini plesiran masih jadi cerita menarik untuk dituturkan.

banyak rindu untuk kalian….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *