Pakai saja yang putih…

Pakai saja yang putih. kemeja lengan pendek itu. bagaimana kalau dipadankan dengan jeans hitam. Manis kan? hitam dan putih lebih abadi. warna yang menjadi simbol dari dua sifat yang bertolak belakang. jangan lupa ranselmu.

Pakai saja yang putih. baju koko dengan aksen bordir yang panjang, menyembunyikan barisan kancing di dalamnya. sinergikan dengan sarung biru. harum mu tertinggal kala punggungmu menghilang. sekarang aku tahu kenapa Tuhan mewajibkan dua rakaat sholat setiap jumatnya. selain menjaga keimanan, sujud dan ruku’ juga menambah ketampanan.

Tak percaya? selekas salam, wajah kalian tampak dua kali lebih rupawan. Tidak termasuk kamu sayang… Setelah kuamati lekat-lekat, kamu tiga kali lebih tampan dari jumat kemarin. jadi jangan lagi bersorak saat hujan deras tiba. tak kutemukan petikan ayat di kitab suci yang menyebutkan dua rakaat itu bisa ditiadakan karena butiran air yang melimpah turun ke bumi.

Pakai saja yang putih. yang kamu beli dengan binar mata, penuh suka cita, karena menemukan tokoh kesayanganmu tercetak dengan gagah di belakangnya. senyum mu tak henti terurai. Dan kamu hadir dengan celana gunung hijau yang menjadi saksi persahabatanmu dengan alam. Lima kuntum bunga liar dan kupu-kupu kuning yang membuntutimu, terbang rendah di atas kepala. “ini untukmu, seorang penggembala terlalu bersemangat mencabut rumput, bunga ini terpisah dari rumahnya”

Pakai saja yang putih. T-shirt polos dengan ikon laba-laba di sudut kiri. 100% cotton. nyaman kan? dan jeans biru dengan warna yang mulai pudar itu menyulapmu menjadi sosok yang menawan. berjalan bersisian sambil menghirup dalam-dalam wangi tanah seusai rintik menyapa. energi kasih mengalir dari jemari kita yang bertautan. dalam diam dapatkah kau menyimaknya; aku mencintaimu… sangat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *