Lewat tangan dokter Hajat…

gadis kecil itu tergolek. merajut mimpi. dalam tujuh putaran senja ia tak terbangun. tetap lelap dalam tidurnya. usianya baru empat tahun kala itu. lantunan ayat suci menghiasi ruangan. kalau memang ini saatnya, orang-orang terkasih telah mengikhlaskannya, melapangkan jalannya…

setiap hari dokter Hajat menjenguk. masuk ke dalam ruang kaca, memegang tangan gadis kecil, memeriksa selang infus, mengajaknya berbicara, memberi dorongan pada keluarga. hingga… di hari kedelapan, tangan mungil itu bergerak. ia terbangun dari mimpinya.
(seperti yang diceritakan ibu padaku)

skenario hidup tertata begitu cantik. berkantor di depan rumah sakit tempat ia terbaring dahulu, memungkinkan perempuan berusia 24 tahun itu memandangi gedung dengan nuansa hijau setiap saat, kapanpun ia mau…

saat senggang dan keletihan menyapa, ia akan berdiri dan berpikir; kira-kira apa ya yang dilakukan tubuh kecilnya saat tertidur dalam sepekan? bisa jadi ia bercanda bersama malaikat atau membuat perjanjian dengan Pemilik Hidup. Zat yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.

“Tidak. kau terlalu tangguh untuk kupanggil. masih banyak senyum yang bisa ditebar, kebahagiaan yang bisa disemai dan kebaikan yang bisa ditanam. hidup adalah sistem dan kau bagian darinya. pulanglah, temui orang-orang penuh kasih di sekelilingmu. jadilah kuat, karena satu ujian telah kau lewati”

dan ruh kehidupan menempati raga gadis kecil. lewat tangan dokter Hajat, ia kembali mengisi hidup, merajut tawa, melepas sedih serta membangun harap…

Untuk dokter Hajat atas apa yang dilakukannya sembilan belas tahun yang lalu. terima kasih telah menaburkan semangat dan keyakinan akan terjaganya sosok kecil yang terbaring…

2 thoughts on “Lewat tangan dokter Hajat…

  1. Saya kenal anak perempuan Beliau. Teman sekelas saya 18 tahun silam. Dia pasti bangga punya Ayah penyelamat gadis kecil yg tulisannya luar biasa :). terus menulis ya Atta…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *