Bercumbu dengan Deadline…

Kembali dari liburan singkat yang memukau, Bandung dengan sejuta pesona yang ditawarkan. Tak heran jika banyak orang yang memendam rindu pada kota kembang nan elok ini. Saya yakin; ada ratusan skenario yang tertata apik dan melibatkan Bandung di dalamnya…

Dan… kembali lagi kemari; Jakarta, gedung jangkung, lalu lintas yang padat merayap, harum Slipi, gedung 15 lantai, komputer yang tetap setia, 12 kuntum bunga matahari imitasi yang manis di sudut meja, kalender baru bergaya futuristik dari vendor ponsel, kotak Toraja tempat kartu nama, si gembul biru dengan deretan angka yang mengingatkan waktu terus beranjak…

Saya kembali bercumbu dengan deadline. Flu yang menyerang, tulisan yang belum kelar, narasumber yang enggan menjawab panggilan telepon, redaktur yang dengan manisnya menagih tulisan;

“Nanti kalau tulisan kamu nggak kelar, nggak ada tulisan naik yang nggantiin, biarin aja space putih kosong… lengkap dengan tulisan yang dirangkai dari huruf kapital : INI MESTINYA TULISAN SI RATNA”….

Dan kami terbahak-bahak bersama. Ah… bahkan dalam himpitan waktu, redaktur tercinta masih bisa mencairkan suasana.

Jadi maafkan saya jika belum sempat berkeliling, menjenguk rumah senja ramah yang lain. Segera setelah percumbuan ini rampung, saya segera bertamu. Tunggu saya ya…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *