Dibalut rindu…

Kata orang jaman dahulu; apabila telah kau lewati tujuh pelangi bersama, hanya tepian waktu yang akan memisahkan. Aku harap itu kita…

Ditulis dalam balutan rindu akan laki-laki dengan pendar srengenge, torehan keemasan membias lembut tubuhnya.
saat rintik ritmis memulas cakrawala, dia petik pelangi kembar… dibaringkannya ke pangkuanku, ini untukmu.
laki-laki pemilik fajar, adakah bongkahan rindumu sebesar rinduku?

.emang ada pelangi kembar.
ada dong ta. saat dua tarian warna terajut, dengan latar biru yang teduh, yang satu datang dengan warna yang lebih kuat. sementara yang lain, dengan warna yang lebih lembut setia menemani
.kok aku nggak pernah liat.
di jakarta, pelangi sudah tertelan beton-beton. sulit menghadirkannya disini

Dan hari ini bahkan kecanggihan teknologi tak mampu menolongku… “anda terhubung dengan mailbox… 081xxxxxxx”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *